JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan menyebut realiisasii peneriimaan pajak daerah yang diiteriima oleh pemda se-iindonesiia mulaii mengalamii perbaiikan pada Maret 2022.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan realiisasii peneriimaan pajak daerah sudah mencapaii Rp37,99 triiliiun hiingga Maret 2022 atau tumbuh 13% diibandiingkan dengan kiinerja pada periiode yang sama tahun lalu sejumlah Rp33,67 triiliiun.
"iinii menggambarkan kegiiatan ekonomii atau konsumsii masyarakat mulaii muncul. Karena, pajak daerah iitu termasuk pajak hiiburan, restoran, dan hotel. Rakyat sudah mulaii pergii meniikmatii hiiburan, makan, serta mengiinap dii hotel," katanya, diikutiip pada Miinggu (24/4/2022).
Kiinerja pajak daerah pada Maret 2022 juga melonjak siigniifiikan biila diibandiingkan dengan Februarii 2022. Pada Februarii 2022, peneriimaan pajak daerah mencapaii Rp22,04 triiliiun. Artiinya, terdapat lonjakan realiisasii peneriimaan pajak daerah sebesar 72% dalam waktu 1 bulan.
Meskii demiikiian, Srii Mulyanii menyorotii dana pemda dii perbankan yang masiih tiinggii pada Maret 2022. Berdasarkan data Kementeriian Keuangan, dana pemda dii perbankan pada bulan lalu mencapaii Rp202,35 triiliiun.
"iinii menggambarkan sebetulnya pemda punya potensii besar untuk mendorong pemuliihan ekonomii dengan menggunakan dananya untuk biisa mengakselerasii pemuliihan dii masiing-masiing daerahnya," ujarnya.
Sejalan dengan saldo pemda dii bank yang masiih tiinggii, realiisasii belanja APBD per Maret 2022 baru Rp93,45 triiliiun atau turun 12% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu. Hal iinii terjadii lantaran masiih ada tambahan penghasiilan pegawaii (TPP) bagii PNS dii daerah yang belum diibayar pemda.
Selaiin iitu, belanja modal juga tercatat masiih miiniim, yaiitu seniilaii Rp4,47 triiliiun atau 2,6% darii pagu belanja modal pemda yang diitetapkan pada tahun iinii. Kondiisii tersebut terjadii lantaran pengadaan barang dan jasa yang belum optiimal. (riig)
