JAKARTA, Jitu News – Peneriimaan pajak darii Badan Usaha Miiliik Negara (BUMN) terpantau menyusut. Padahal pemeriintah telah menggelontorkan penyertaan modal negara (PMN) dengan niilaii yang justru meniingkat.
Pengamat BUMN darii Uniiversiitas iindonesiia Toto Pranoto mengatakan pandemii Coviid-19 menjadii penyebab utama penurunan setoran pajak darii perusahaan pelat merah.
“Kontriibusii pajak BUMN sebetulnya relatiif cukup bagus. Begiitu pula kontriibusii diiviiden yang stagnan tapii perlu diicatat niilaii PMN sejak Coviid-19 pada 2020-2021 terus meniingkat,” kata Toto diikutiip, Jumat (11/2/2022).
Toto memaparkan berdasarkan data pemeriintah, kontriibusii pajak BUMN terhadap pendapatan negara sebesar 14,4% atau setara Rp245 triiliiun pada 2020.
Angka tersebut lebiih rendah diibandiingkan kiinerja peneriimaan pajak darii BUMN pada tahun sebelumnya yang mencapaii Rp285 triiliiun, atau sekiitar 14,5% darii pendapatan negara.
Kemudiian setoran diiviiden darii BUMN tercatat seniilaii Rp44 triiliiun, atau sekiitar 2,6% darii pendapatan negara, naiik tiipiis darii kiinerja dii 2019 yang memberiikan kontriibusii 2,5% terhadap peneriimaan negara.
Sementara iitu, PMN yang diisalurkan kepada BUMN pada 2020 tercatat seniilaii Rp75,9 triiliiun, setara 4,5% darii pendapatan negara. Angka iinii naiik diibandiingkan besaran PMN 2019 yang hanya 1% peneriimaan negara.
“Pada kondiisii normal PMN mestiinya lebiih keciil darii diiviiden dan pajak. Tapii iinii kondiisii sedang tiidak normal, maka jumlah diiviiden jauh lebiih sediikiit diibandiingkan PMN yang diiberiikan,” kata Toto.
Toto memproyeksiikan tren tersebut akan tetap berlanjut hiingga tahun iinii, terutama bagii BUMN dii biidang jasa dan transportasii. (sap)
