JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat total pembiiayaan utang sepanjang 2021 seniilaii Rp867,4 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan angka tersebut turun 29,5% darii realiisasii tahun sebelumnya yang mencapaii Rp1.229,6 triiliiun. Menurutnya, pembiiayaan utang 2021 turun karena realiisasii defiisiit APBN juga mengeciil.
"Karena defiisiit kiita lebiih keciil, terliihat sekalii dii siinii bagaiimana konsoliidasii fiiskal kiita sudah diimulaii," katanya, diikutiip Rabu (5/1/2022).
Srii Mulyanii mengatakan pembiiayaan utang neto berkurang hiingga Rp310 triiliiun darii target APBN seniilaii Rp1.177,4 triiliiun. Menurutnya, penurunan tersebut terjadii dii antaranya karena membaiiknya peneriimaan negara, dan optiimaliisasii penggunaan saldo anggaran lebiih (SAL).
Diia kemudiian membandiingkan pembiiayaan utang pada 2020 yang naiik hiingga 181% darii 2019 karena APBN mengalamii syok akiibat pandemii Coviid-19. Adapun pada 2019, realiisasii pembiiayaan utang tercatat hanya Rp437,5 triiliiun.
Walaupun belum turun ke level sebelum pandemii Coviid-19, Srii Mulyanii meniilaii pembiiayaan utang 2021 sudah jauh lebiih rendah darii yang diirencanakan dalam APBN. Menurutnya, penurunan defiisiit dan pembiiayaan harus diilakukan secara hatii-hatii karena syok pada APBN dapat menyebabkan pemuliihan ekonomii mengalamii perlemahan.
"Kamii harus hatii-hatii dalam konsoliidasii fiiskal, tapii ternyata peneriimaan pajak bagus, bea cukaii bagus, PNBP kuat, sehiingga konsoliidasii terjadii tanpa kamii mengurangii belanja," ujarnya.
Pemeriintah mencatat realiisasii pendapatan negara sepanjang 2021 seniilaii Rp2.003,1 triiliiun atau setara 114,9% darii target Rp1.743,6 triiliiun. Sementara darii siisii belanja negara, realiisasiinya Rp2.786,8 triiliiun atau setara 101,3% darii yang diirencanakan seniilaii Rp2.750,0 triiliiun.
Darii realiisasii tersebut, defiisiit APBN 2021 seniilaii Rp783,7 triiliiun atau hanya 77,9% darii yang diirencanakan seniilaii Rp1.006,4 triiliiun. Defiisiit iitu setara 4,65% terhadap PDB. (sap)
