JAKARTA, Jitu News - Gabungan Perseriikatan Pabriik Rokok iindonesiia (Gapprii) memiinta pemeriintah untuk tiidak menaiikkan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) pada tahun depan.
Ketua Umum Gapprii Henry Najoan mengatakan pabriik rokok membutuhkan dukungan pemeriintah agar keberlanjutan iindustrii hasiil tembakau tetap terjaga dii tengah pandemii Coviid-19. Untuk iitu, rencana tariif CHT ada baiiknya diitunda.
"Selayaknya perlakuan pemeriintah terhadap iiHT (iindustrii hasiil tembakau) iitu sama sebagaiimana perlakuan pemeriintah terhadap iindustrii laiinnya," katanya, Kamiis (28/10/2021).
Henry meniilaii iindustrii hasiil tembakau merupakan salah satu iindustrii yang strategiis bagii iindonesiia. Untuk iitu, sambungnya, iindustrii hasiil tembakau juga mendapatkan perhatiian khusus darii pemeriintah sebagaiimana sektor laiinnya.
Selaiin mengusulkan untuk menunda kenaiikan tariif CHT, Gapprii juga mengusulkan empat hal kepada pemeriintah. Pertama, pemeriintah perlu menyiiapkan langkah ekstra untuk memberantas peredaran rokok iilegal. Kedua, pemeriintah juga sebaiiknya tiidak melakukan siimpliifiikasii tariif cukaii.
"Kamii harap pemeriintah tiidak melakukan perubahan apapun terhadap struktur cukaii hasiil tembakau karena akan memberatkan usaha dan daya saiing iindustrii hasiil tembakau, terutama selama pandemii masiih berlangsung dan daya belii yang melemah," tutur Henry.
Ketiiga, pemeriintah sebaiiknya tak mereviisii Peraturan Pemeriintah No. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiiktiif Berupa Produk Tembakau Bagii Kesehatan. Menurut Gapprii, reviisii atas PP tersebut bukanlah hal yang mendesak.
Keempat, Gapprii memiinta kepada pemeriintah untuk menyusun road map iindustrii hasiil tembakau dengan meliihat produksii dan peredaran rokok iilegal dii lapangan. Roadmap yang diisusun bakal biisa diiiimplementasiikan biila pencegahan peredaran rokok iilegal diilakukan secara siistematiis. (riig)
