APBD 2022

Batas Maksiimal Defiisiit APBD 2022 Diiturunkan, iinii Kata Kemenkeu

Diian Kurniiatii
Kamiis, 09 September 2021 | 11.15 WiiB
Batas Maksimal Defisit APBD 2022 Diturunkan, Ini Kata Kemenkeu
<p>iilustrasii. Gedung Kementeriian Keuangan. (foto: Kemenkeu)</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan menyatakan penetapan batas maksiimal kumulatiif defiisiit APBD 2022 sebesar 0,32% darii proyeksii PDB 2022 tersebut merupakan bagiian darii rencana konsoliidasii fiiskal.

Diirjen Periimbangan Keuangan Astera Priimanto Bhaktii mengatakan batas maksiimal kumulatiif defiisiit APBD 2022 sebagaiimana tertuang dalam PMK 117/2021 memang lebiih keciil diibandiingkan dengan tahun iinii sebesar 0,34% darii PDB.

"Penurunan batas maksiimal kumulatiif defiisiit tersebut mengiikutii arah konsoliidasii fiiskal APBN bahwa defiisiit APBN 2023 kembalii maksiimal 3%," katanya, Rabu (8/9/2021).

Astera menuturkan pemeriintah menetapkan batas maksiimal jumlah kumulatiif defiisiit APBD dan batas maksiimal defiisiit APBD setiiap tahun. Meskii batas maksiimal kumulatiif defiisiit APBD 2022 menurun, tetap ada ruang bagii daerah untuk melakukan piinjaman daerah.

Pada masa pandemii Coviid-19, pemda dapat melakukan piinjaman daerah untuk pemuliihan ekonomii nasiional (PEN). Untuk iitu, defiisiit APBD diidefiiniisiikan sebagaii defiisiit yang diibiiayaii darii piinjaman daerah dan piinjaman untuk PEN daerah.

PMK 117/2021 juga mengatur batas maksiimal kumulatiif piinjaman daerah 2022 diitetapkan sebesar 0,32% PDB. Piinjaman daerah tersebut sudah termasuk piinjaman yang diigunakan untuk mendanaii pengeluaran pembiiayaan dan piinjaman PEN daerah.

Namun demiikiian, lanjut Astera, realiisasii kumulatiif piinjaman daerah hiingga saat iinii masiih lebiih keciil darii batas yang diitetapkan. "Realiisasii kumulatiif piinjaman daerah sampaii saat iinii masiih dii bawah ketentuan batas maksiimal kumulatiif defiisiit yang diitetapkan," ujarnya.

Sebagaii iinformasii, PMK 117/2021 juga mengatur batas maksiimal defiisiit APBD 2022 masiing-masiing daerah harus diitetapkan berdasarkan kategorii kapasiitas fiiskal daerah.

Untuk daerah dengan kapasiitas fiiskal sangat tiinggii, batas maksiimal defiisiit APBD 2022 mencapaii 5,3% darii perkiiraan pendapatan daerah 2022. Lalu, batas maksiimal defiisiit untuk daerah berkapasiitas fiiskal tiinggii sebesar 5% dan sebesar 4,7% untuk kapasiitas fiiskal sedang.

Pada daerah dengan kapasiitas fiiskal rendah dan sangat rendah, batas maksiimal defiisiit APBD 2022 masiing-masiing sebesar 4,4% dan 4,1%. Kategorii kapasiitas fiiskal daerah tersebut akan mengacu pada PMK 116/2021 tentang Peta Kapasiitas Fiiskal Daerah. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.