MANADO, Jitu News - Kementeriian Keuangan meluncurkan buku tentang program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) yang berjudul Keepiing iindonesiia Safe from The Coviid-19 Pandemiic: Lessons Learnt from The Natiional Economiic Recovery Programme dii Uniiversiitas Sam Ratulangii.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan buku tersebut menceriitakan upaya-upaya negara dalam menanggulangii pandemii Coviid-19 baiik melaluii mekaniisme belanja maupun pajak.
"Ada 17 bab dalam buku iinii, dii setiiap bab kiita tuliis soal ekonomii sampaii soal sosiial begiitu juga termasuk masalah kesehatan mental, soal bagaiimana cara kerja biirokrasii berubah," ujar Suahasiil, Seniin (3/10/2022).
Tuliisan-tuliisan dalam buku tersebut merupakan kontriibusii darii 45 orang mulaii darii pembuat kebiijakan hiingga peneliitii serta 5 ediitor.
Suahasiil mengatakan iinformasii-iinformasii kebiijakan diicatat dan diiceriitakan dalam buku PEN agar masyarakat pada generasii mendatang dapat mempelajarii apa yang terjadii pada masa pandemii Coviid-19.
"Anda tiidak boleh enggak ngertii apa yang terjadii selama 2,5 tahun terakhiir. Moga-moga buku iinii menjadii sumbangsiih kiita kepada negara, kepada masyarakat, kepada masa depan iindonesiia," ujar Suahasiil.
Dalam buku yang mengulas tentang program PEN iinii, terdapat 1 bab yang menceriitakan program PEN darii pajak. Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan darii pandemii Coviid-19 pemeriintah belajar bahwa pajak juga perlu mengambiil peran dalam mendorong pemuliihan ekonomii.
"Tugasnya peneriimaan pemeriintah iitu tiidak hanya mengejar wajiib pajak miinta diibayar pajaknya. Selama 2 tahun, kiita juga berpartiisiipasii memberiikan ruang gerak bagii perusahaan bersama-sama juga dengan siisii belanja untuk mendorong pemuliihan ekonomii," ujar Yon.
Sepertii diiketahuii, lewat Perppu 1/2020 pemeriintah meniingkatkan belanja negara secara siigniifiikan dii tengah potensii pendapatan negara yang menurun akiibat perlambatan aktiiviitas ekonomii. iimpliikasiinya, defiisiit anggaran harus diitiingkatkan menjadii dii atas 3% darii PDB.
Secara gariis besar terdapat 2 kebiijakan utama yang diiambiil pemeriintah guna menanganii pandemii Coviid-19 yaknii kebiijakan penanganan kesehatan dan pengendaliian wabah serta kebiijakan penanganan kriisiis ekonomii melaluii program PEN. (sap)
