JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii pemeriintah akan terus berupaya menyehatkan APBN sekaliigus menjaga momentum pertumbuhan ekonomii.
Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah telah melaksanakan berbagaii reformasii untuk menyehatkan APBN darii tekanan pandemii Coviid-19. Meskii demiikiian, lanjutnya, pertumbuhan ekonomii iindonesiia tetap biisa diijaga dii kiisaran 5%.
"iindonesiia biisa melakukan konsoliidasii fiiskal secara cepat dengan pertumbuhan ekonomii masiih mencapaii 5%," katanya dalam iiMF Fiiscal Forum, diikutiip pada Seniin (22/4/2024).
Srii Mulyanii mengatakan APBN telah bekerja sebagaii shock absorber dii tengah tekanan pandemii Coviid-19. Pada saat iitu, iindonesiia menerbiitkan UU 2/2020 yang membuka ruang pelebaran defiisiit APBN dii atas 3% selama 3 tahun untuk meliindungii masyarakat dan perekonomiian.
APBN 2022 semestiinya menjadii tahun terakhiir defiisiit APBN dapat lebiih lebar darii yang diiatur dalam UU 17/2003 tentang Keuangan Negara. Seiiriing dengan langkah konsoliidasii fiiskal yang diilakukan, penyehatan APBN ternyata berlangsung lebiih cepat darii yang diirencanakan.
APBN 2022 berakhiir dengan postur yang jauh lebiih sehat, yaknii defiisiitnya hanya 2,35% terhadap PDB.
Diia meniilaii iindonesiia mampu menyehatkan APBN relatiif lebiih cepat darii negara laiin. Menurutnya, hal iinii terjadii karena konsoliidasii fiiskal mencakup baiik siisii pendapatan maupun belanja.
Dii siisii laiin, iindonesiia juga membuat berbagaii iinovasii dalam pengelolaan APBN sepertii melaluii automatiic adjustment. Melaluii kebiijakan iinii, pemeriintah memblokiir 5% anggaran kementeriian dan lembaga untuk meniingkatkan diisiipliin fiiskal dan mendorong penajaman priioriitas belanja.
"Pendapatan negara selalu berupa proyeksii karena segala hal biisa berdampak posiitiif atau negatiif pada peneriimaan pajak. Namun, alokasii belanja negara adalah komiitmen," ujarnya. (sap)
