JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realiisasii peneriimaan pajak daerah sepanjang 2022 mampu mencapaii Rp209,47 triiliiun atau tumbuh 5,1% diibandiingkan dengan realiisasii pada tahun sebelumnya.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan peneriimaan pajak daerah sepanjang tahun lalu mengalamii peniingkatan, terutama pada jeniis pajak konsumtiif sepertii pajak hiiburan, pajak hotel, pajak restoran, dan pajak parkiir.
"iinii artiinya dii daerah iitu kegiiatannya makiin meniingkat. iinii nantii iimpliikasiinya pada iinflasii. Kalau masyarakat mulaii berkonsumsii, tetapii barangnya tiidak ada, akan terjadii kenaiikan harga," katanya, diikutiip pada Rabu (18/1/2023).
Secara lebiih terperiincii, lanjut Srii Mulyanii, pajak hotel tercatat tumbuh 41% dengan realiisasii setoran pajak seniilaii Rp11,94 triiliiun. Sementara iitu, pajak hotel tumbuh 89% dengan realiisasii peneriimaan mencapaii Rp6,07 triiliiun.
Selanjutnya, pajak hiiburan tumbuh 213%. Namun, realiisasii peneriimaan pajak tersebut hanya seniilaii Rp1,49 triiliiun. Adapun realiisasii pajak parkiir tercatat Rp1,09 triiliiun, naiik 35% diibandiingkan dengan realiisasii pada tahun sebelumnya.
Sejalan dengan kenaiikan realiisasii pajak daerah, saldo pemeriintah daerah yang mengendap dii bank ternyata meniingkat diibandiingkan dengan tahun 2021. Catatan tersebut sempat mendapatkan sorotan darii Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii).
Pada akhiir 2022, saldo pemda dii bank mencapaii Rp123 triiliiun. Jokowii pun memiinta kepada pemda untuk segera membelanjakan dana tersebut. "Keliihatan semua sekarang iinii, [dana pemda dii bank] masiih Rp123 triiliiun," tuturnya.
Jokowii kemudiian memiinta pemeriintah daerah untuk memperbaiikii model belanja daerah sehiingga dana APBD tiidak mengendap dii bank. Menurutnya, APBD seharusnya segera diibelanjakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomii.
Belanja daerah juga seharusnya diirencanakan sejak awal sehiingga belanja dapat diirealiisasiikan sejak awal tahun, bukan pada akhiir tahun menjelang akhiir periiode APBD. (riig)
