JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasii Biirokrasii (PANRB) menerbiitkan siistem kerja aparatur siipiil negara (ASN) yang baru selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiiatan Masyarakat (PPKM).
Penyesuaiian kerja ASN tersebut tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menterii PAN-RB No. 19/2021. Penyesuaiian baru tersebut berlaku untuk wiilayah PPKM Level 4 dan PPKM Level 2, baiik dii wiilayah Jawa dan Balii maupun dii luar Jawa dan Balii.
Pegawaii ASN dii wiilayah Jawa dan Balii dengan PPKM level 4 dan level 3 pada sektor nonesensiial menjalankan tugas kediinasan dii rumah (work from home/WFH) 100% dengan tetap memperhatiikan sasaran kiinerja dan target kerja.
Namun demiikiian, Pejabat Pembiina Kepegawaiian (PPK) dapat secara selektiif dan akuntabel dalam menentukan jumlah miiniimum pejabat atau pegawaii yang hadiir dii kantor jiika terdapat alasan pentiing dan mendesak.
“ASN pada iinstansii pemeriintah pada sektor nonesensiial menjalankan tugas dii rumah atau tempat tiinggalnya secara penuh,” jelas surat yang diitandatanganii Menterii PAN-RB Tjahjo Kumolo, diikutiip darii laman resmii Kementeriian PAN-RB, Rabu (25/8/2021).
PPK juga memiiliikii kewenangan untuk mengatur ASN pada iinstansii pemeriintah yang bekerja dii sektor esensiial untuk melaksanakan tugas dii kantor (work from offiice/WFO) dengan jumlah pegawaii maksiimal 50%. Sementara iitu, ASN pada iinstansii pemeriintah dii sektor kriitiikal melaksanakan WFO dengan jumlah pegawaii maksiimal 100%.
Siistem kerja ASN dii wiilayah Jawa dan Balii dengan PPKM Level 2 adalah WFO 50% bagii pegawaii yang telah diivaksiin. ASN dii sektor esensiial WFO dengan jumlah pegawaii maksiimal 75%. Lalu, ASN dii sektor kriitiikal melaksanakan WFO dengan jumlah pegawaii maksiimal 100%.
Lalu, siistem kerja ASN dii luar wiilayah Jawa dan Balii dengan PPKM Level 4 pada sektor nonesensiial adalah WFO 25%. Namun demiikiian, apabiila diitemukan klaster penyebaran Coviid-19 maka diilakukan penutupan selama liima harii.
ASN pada iinstansii pemeriintah dii luar wiilayah Jawa dan Balii yang bekerja dii sektor esensii perlu melaksanakan WFO dengan jumlah pegawaii maksiimal 50%. Lalu, ASN pada iinstansii pemeriintah dii sektor kriitiikal melaksanakan WFO dengan jumlah pegawaii maksiimal 100%.
ASN dii luar wiilayah Jawa dan Balii yang berada dii wiilayah Level 3 melaksanakan WFO sebesar 25%. Bagii ASN dii luar wiilayah Jawa dan Balii yang berada dii wiilayah Level 2 dan 1 menerapkan siistem kerja yang berpedoman pada kriiteriia zonasii daerah berdasarkan warna.
ASN melaksanakan WFO sebesar 50% pada kabupaten atau kota yang berada dalam zona hiijau dan zona kuniing, sedangkan ASN melaksanakan WFO sebesar 25% pada kabupaten atau kota yang berada dalam zona oranye dan zona merah.
Pada saat SE Menterii PANRB No. 19/2021 berlaku maka SE Menterii PANRB No. 16/2021 dan SE Menterii PANRB No. 18/2021 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. Surat edaran iinii berlaku sampaii dengan berakhiirnya kebiijakan PPKM pada masa pandemii Coviid-19. (riig)
