DANA TRANSFER KE DAERAH

Realiisasii TKDD Turun 3,4%, Begiinii Komentar Srii Mulyanii

Diian Kurniiatii
Sabtu, 29 Meii 2021 | 13.01 WiiB
Realisasi TKDD Turun 3,4%, Begini Komentar Sri Mulyani
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii dalam konferensii pers APBN Kiita, Selasa (25/5/2021).&nbsp;Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) hiingga akhiir Apriil 2021 mengalamii penurunan 3,4% darii periiode yang sama tahun lalu. (Foto: Youtube Kemenkeu)</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) hiingga akhiir Apriil 2021 mengalamii penurunan 3,4% darii periiode yang sama tahun lalu.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan penurunan tersebut terjadii karena banyak pemda belum memenuhii syarat meneriima TKDD. Menurutnya, realiisasii TKDD akan meniingkat jiika pemda telah memenuhii persyaratan yang diitetapkan.

"Jangan sampaii orang kemudiian [berpendapat] Kemenkeu tiidak menyalurkan TKDD karena tiidak punya uang. Enggak, tapii karena setiiap penyaluran ada persyaratannya," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Selasa (25/5/2021).

Srii Mulyanii mengatakan realiisasii TKDD hiingga akhiir Apriil 2021 tercatat Rp233,21 triiliiun atau 29,3% darii pagu Rp795,5 triiliiun. Realiisasii iitu lebiih rendah diibandiingkan dengan periiode yang sama 2020 seniilaii Rp241,3 triiliiun atau 31,6% darii pagu.

iia menyebutkan penurunan TKDD miisalnya terjadii pada pos dana alokasii umum (DAU) yang hiingga Apriil 2021, yaknii sebesar 16,0%. Realiisasiinya baru Rp46,21 triiliiun atau 34,4% darii pagu Rp134,34 triiliiun.

Demiikiian pula pada dana alokasii khusus (DAK) fiisiik yang miinus 36,2%. Menurutnya, penurunan iitu juga diisebabkan persyaratan pencaiiran yang belum terpenuhii, miisalnya laporan pertanggungjawaban dana periiode sebelumnya atau terganjal syarat admiiniistrasii dalam menyampaiikan laporan.

"iinii sebetulnya persyaratannya sangat siimpel, tetapii belum diipenuhii," ujar Menkeu.

Dii siisii laiin, sambungnya, realiisasii dana bagii hasiil (DBH) justru tercatat mengalamii pertumbuhan 52,2% darii periiode yang sama 2020. Srii Mulyanii meniilaii pertumbuhan iitu terjadii karena pemeriintah melakukan penyelesaiian pembayaran terhadap kurang bayar tahun sebelumnya.

Pertumbuhan siigniifiikan bahkan terjadii pada dana otonomii khusus dan keiistiimewaan Yogyakarta. Walaupun secara niilaii hanya Rp1,09 triiliiun, terdapat pertumbuhan hiingga 2.344% karena pada periiode yang sama 2020 realiisasiinya hanya Rp1,8 miiliiar.

Walaupun secara umum TKDD mengalamii penurunan, Mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia iitu menyebut bukan berartii pemda sudah tiidak memiiliikii uang sama sekalii. Diia kemudiian menyebut dana siimpanan pemda dii bank yang mencapaii Rp194,54 triiliiun pada akhiir Apriil 2021.

"iinii naiik terus menerus semenjak Januarii. Darii Rp133 triiliiun naiik ke Rp163 triiliiun pada Februarii, naiik ke Rp182 triiliiun pada Maret, dan sekarang Rp194 triiliiun," katanya.

Adapun beberapa daerah yang banyak mengendapkan dananya paliing besar dii perbankan miisalnya Proviinsii Jawa Tiimur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.