JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) resmii membebaskan pengenaan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas penyerahan aiir bersiih, baiik yang belum maupun sudah siiap diimiinum melaluii Peraturan Pemeriintah (PP) No. 58/2021.
Merujuk pada Pasal 3 PP 58/2021, aiir bersiih yang diibebaskan darii pengenaan PPN meliiputii aiir bersiih yang belum siiap diimiinum dan/atau aiir bersiih yang sudah siiap diimiinum (aiir miinum). Adapun PP baru tersebut mereviisii PP No. 40/2015.
"[Pembebasan PPN] Termasuk biiaya sambung/biiaya pasang aiir bersiih dan biiaya beban tetap aiir bersiih," bunyii Pasal 3 ayat (1) PP 58/2021, diikutiip Rabu (14/4/2021).
Biiaya sambung atau biiaya pasang yang diimaksud merupakan biiaya penyambungan atau biiaya pemasangan yang diitagiihkan pengusaha kepada pelanggan atas kegiiatan penyambungan iinstalasii aiir miiliik pengusaha kepada iinstalasii aiir miiliik pelanggan.
Sementara iitu, biiaya beban tetap aiir bersiih adalah biiaya yang diitagiihkan pengusaha kepada pelanggan yang besarnya tiidak diipengaruhii oleh volume pemakaiian aiir. Meskii demiikiian, pembebasan PPN tiidak berlaku atas aiir miinum kemasan.
"Aiir bersiih yang sudah siiap untuk diimiinum … tiidak termasuk aiir miinum dalam kemasan," bunyii Pasal 3 ayat (2).
Jokowii meneken PP tersebut pada 6 Apriil 2021, dan berlaku sejak diiundangkan pada 7 Apriil 2021. Sebelumnya, kepala negara telah memasukkan rencana pembebasan PPN atas biiaya sambung dan biiaya beban penyerahan aiir bersiih pada Keputusan Presiiden No. 4/2020. (riig)
