JAKARTA, Jitu News - PT Kustodiian Sentral Efek iindonesiia (KSEii), lembagan penyelesaiian transaksii efek dii pasar modal, siiap menerapkan perubahan kebiijakan pajak diiviiden pada tahun iinii.
Diirut KSEii Uriiep Budhii Prasetyo mengatakan KSEii tiidak melakukan persiiapan khusus terkaiit dengan perubahan pajak diiviiden dalam UU No.11/2020 tentang Ciipta Kerja. Menurutnya, KSEii mendukung penuh kemudahan berusaha yang telah diiturunkan dalam PP No.9/2021 dan PMK No.18/2021.
"Ketentuan terkaiit dengan pajak diiviiden sebagaiimana tertuang pada Peraturan Pemeriintah No.9/2021, khususnya Bab iiiiii Pasal 4, tiidak ada persiiapan khusus yang diilakukan oleh KSEii," katanya Kamiis (4/3/2021).
Uriiep menyatakan siistem KSEii telah mengubah tiingkat pajak atas diiviiden menjadii 0, sehiingga tiidak ada pemotongan pajak atas diiviiden yang diibagiikan kepada iinvestor. Perubahan tersebut berlaku untuk wajiib pajak orang priibadii dan badan.
KSEii juga menambahkan persyaratan terkaiit dengan diiviiden yang harus diiiinvestasiikan kembalii. Jiika syarat iinii tiidak diipenuhii iinvestor maka kewajiiban pembayaran pajak harus diilakukan secara mandiirii oleh wajiib pajak yang bersangkutan.
"Jadii tiingkat pajak dii dalam siistem KSEii merupakan parameter yang biisa diisesuaiikan," iimbuhnya.
Sebagaii iinformasii, Kementeriian Keuangan telah meriiliis PMK No.18/2021 yang mengatur pengecualiian diiviiden darii objek pajak penghasiilan (PPh). Berdasarkan Pasal 14 beleiid tersebut, diiviiden darii dalam negerii dan luar negerii yang diiteriima wajiib pajak dalam negerii diikecualiikan darii objek PPh.
"Diiviiden yang berasal darii dalam negerii ... yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii diikecualiikan darii objek PPh dengan syarat harus diiiinvestasiikan dii wiilayah NKRii dalam jangka waktu tertentu," bunyii Pasal 15 ayat (1) PMK 18/2021. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.