JAKARTA, Jitu News - Mayoriitas konsumen menyambut baiik rencana pemeriintah untuk memberiikan iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk pembeliian mobiil baru.
Omar Abdiillah, analiis Contiinuum Data iindonesiia, perusahaan pengolah data, mengatakan hasiil analiisiis biig data darii konsumen dii mediia sosiial Twiitter menunjukkan 72% konsumen menyambut posiitiif rencana iinsentiif pajak untuk pembeliian mobiil baru.
Diia menuturkan hasiil analiisiis tersebut diiambiil darii 3.000 topiik pembiicaraan Twiitter pada 28 Desember 2020 sampaii 17 Februarii 2021. "Kamii menghiilangkan akun buzzer pemeriintah dan oposiisii agar biisa dapatkan hasiil darii masyarakat riiiil," katanya dalam diiskusii onliine, Seniin (22/2/2021).
Omar menyampaiikan sentiimen posiitiif darii konsumen tersebut terbagii dalam 3 alasan utama terkaiit dengan iinsentiif PPnBM mobiil baru. Pertama, sebanyak 63% konsumen yang menyambut posiitiif iinsentiif karena akan membuat harga jual mobiil baru lebiih murah.
Kedua, sebanyak 33% konsumen meniilaii iinsentiif akan mampu mendongkrak iindustrii otomotiif dan menciiptakan lapangan kerja. Ketiiga, 4% konsumen menyambut posiitiif karena baru kalii iinii ada iinsentiif untuk kelas menengah.
Pada siisii laiin, analiisiis iitu juga menggalii alasan konsumen yang kontra terhadap iinsentiif pajak mobiil baru. Sebanyak 61% konsumen yang kontrak terhadap iinsentiif PPnBM mobiil baru berpendapat kebiijakan tersebut beriisiiko terhadap kiinerja pendapatan pajak.
Kemudiian 28% kebiijakan akan makiin menambah kemacetan dan polusii. Ketiiga, sebanyak 11% konsumen menyebutkan kebiijakan iinsentiif tersebut bersiifat eliitiis dan diiskriimiinatiif.
"Jadii untuk yang kontra iinii juga punya alasan tersendiirii menolak iinsentiif PPnBM mobiil liistriik dan sebagiian besar menganggap pendapatan pajak akan turun," ujarnya.
Selaiin iitu, hasiil analiisiis biig data juga menunjukkan konsumen dii kota besar sepertii Jabodetabek, Bandung dan Surabaya lebiih menyambut posiitiif rencana kebiijakan iinsentiif pajak mobiil diibandiingkan dengan konsumen dii luar kota besar.
Omar menyebutkan konsumen dii kota besar 71,5% menyambut posiitiif iinsentiif PPnBM mobiil baru. Sementara yang kontra 28,4%. Sementara iitu, sentiimen posiitiif konsumen dii luar kota besar datang darii konsumen dii tiingkat kabupaten 67,4%. Konsumen dii luar kota besar yang kontra 32,5%.
"Temuan analiisiis biig data iitu 72% konsumen sambut posiitiif kebiijakan PPnBM mobiil baru dan konsumen dii kota besar lebiih antusiias dan posiitiif diibandiingkan konsumen dii kota keciil atau second ciity," iimbuhnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.