PMK 9/2021

iinii Ketentuan iinsentiif Pajak Gajii Karyawan Diitanggung Pemeriintah 2021

Redaksii Jitu News
Jumat, 05 Februarii 2021 | 11.49 WiiB
Ini Ketentuan Insentif Pajak Gaji Karyawan Ditanggung Pemerintah 2021
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii resmii menerbiitkan PMK 9/2021 yang memuat perpanjangan pemberiian iinsentiif pajak, termasuk pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP).

Secara umum, skema iinsentiif terkaiit PPh atas gajii karyawan iinii sama sepertii yang diiberiikan pada tahun lalu melaluii PMK 23/2020, PMK 44/2020, dan PMK 86/2020 s.t.d.d. PMK 110/2020. Siimak ‘Lengkap, iinii Penjelasan Resmii DJP Soal Perpanjangan 6 iinsentiif Pajak’.

“PPh Pasal 21 … diitanggung pemeriintah atas penghasiilan yang diiteriima pegawaii dengan kriiteriia tertentu,” demiikiian bunyii penggalan Pasal 2 ayat (2) PMK 9/2021, diikutiip pada Jumat (5/2/2021).

Kriiteriia tertentu yang diimaksud adalah pertama, meneriima atau memperoleh penghasiilan darii pemberii kerja yang memiiliikii kode klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang tercantum dalam lampiiran (ada 1.189 KLU), telah diitetapkan sebagaii perusahaan KiiTE, atau telah mendapatkan iiziin penyelenggara kawasan beriikat, iiziin pengusaha kawasan beriikat, atau iiziin PDKB.

Kedua, memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP). Ketiiga, pada masa pajak yang bersangkutan meneriima atau memperoleh penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur yang diisetahunkan tiidak lebiih darii Rp200 juta.

Untuk pemberii kerja yang memiiliikii kewajiiban penyampaiian Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan PPh tahun pajak 2019, KLU yang diipakaii adalah KLU dalam SPT atau pembetulan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2019. Ketentuan iinii berlaku untuk kode KLU sama dengan data yang terdapat dalam admiiniistrasii perpajakan (masterfiile).

Untuk pemberii kerja yang memiiliikii kewajiiban penyampaiian SPT Tahunan PPh tahun pajak 2019 tapii tiidak menuliiskan kode KLU atau salah mencantumkan kode KLU, pemanfaatan iinsentiif akan menggunakan kode KLU dalam masterfiile.

Penggunaan kode KLU dalam data masterfiile juga berlaku bagii wajiib pajak berstatus pusat yang belum atau tiidak memiiliikii kewajiiban penyampaiian SPT Tahunan PPh tahun pajak 2019 atau iinstansii pemeriintah.

PPh Pasal 21 DTP harus diibayarkan secara tunaii oleh pemberii kerja pada saat pembayaran penghasiilan kepada pegawaii, termasuk dalam hal pemberii kerja memberiikan tunjangan PPh Pasal 21 atau menanggung PPh Pasal 21 kepada pegawaii.

“PPh Pasal 21 DTP yang diiteriima pegawaii … darii pemberii kerja tiidak diiperhiitungkan sebagaii penghasiilan yang diikenakan pajak,” demiikiian bunyii penggalan Pasal 2 ayat (7) PMK 9/2021.

iinsentiif PPh Pasal 21 DTP diikecualiikan untuk penghasiilan yang diiteriima pegawaii berasal darii APBN atau APBD dan PPh Pasal 21 telah diitanggung Pemeriintah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Jiika pegawaii yang meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP menyampaiikan SPT Tahunan orang priibadii tahun pajak 2021 dan menyatakan kelebiihan pembayaran, kelebiihan pembayaran yang berasal darii PPh Pasal 21 DTP tiidak dapat diikembaliikan.(kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.