KEBiiJAKAN FiiSKAL

Wah, Kelompok Usaha Peneriima iinsentiif Pajak 2021 akan Diirombak

Diian Kurniiatii
Seniin, 01 Februarii 2021 | 18.22 WiiB
Wah, Kelompok Usaha Penerima Insentif Pajak 2021 akan Dirombak
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii. (Foto: Youtube Kemenkeu)</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan akan mengubah daftar sektor usaha yang akan memperoleh iinsentiif pajak tahun iinii, darii daftar klasiifiikasii usaha peneriima iinsentiif pada 2020.

Srii Mulyanii mengatakan perubahan iitu menyesuaiikan kondiisii biisniis dii tengah pandemii Coviid-19 saat iinii, karena sebagiian usaha masiih tertekan sedangkan yang laiin mulaii membaiik. Meskii demiikiian, diia menegaskan pemeriintah tetap berupaya mendukung duniia usaha agar biisa segera puliih.

"Dengan kondiisii iindustrii yang beragam, kebiijakan iinsentiif fiiskal 2021 secara umum akan terdiirii atas kebiijakan yang dapat berlaku untuk seluruh sektor atau across the board maupun kebiijakan yang lebiih spesiifiik untuk sektor-sektor tertentu," katanya melaluii konferensii viideo, Seniin (1/2/2021).

Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah melaluii program pemuliihan ekonomii nasiional 2020 telah memberiikan iinsentiif pajak kepada hampiir semua sektor usaha.

iinsentiif iitu berupa pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), pembebasan PPh Pasal 22, angsuran PPh Pasal 25, serta restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN) diipercepat.

Adapun pada tahun iinii, tiidak semua sektor usaha memperoleh iinsentiif pajak yang sama. Menurutnya, perpanjangan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP, pembebasan PPh Pasal 22, serta diiskon angsuran PPh Pasal 25 hanya berlaku untuk sektor usaha yang masiih terdampak pandemii Coviid-19.

Srii Mulyanii meniilaii berbagaii iinsentiif tersebut akan membantu mendorong daya belii, memenuhii iimpor bahan baku produksii, serta memperbaiikii arus kas perusahaan agar kembalii menjalankan aktiiviitas usahanya.

Mengenaii kriiteriia umum pemberiian iinsentiifnya masiih sama sepertii 2020. Miisalnya, iinsentiif PPh Pasal 21 DTP diiberiikan kepada pegawaii dengan penghasiilan bruto dii bawah Rp200 juta per tahun sesuaii klasiifiikasii.

Sementara pada iinsentiif restiitusii PPN diipercepat, berlaku pada wajiib pajak yang telah diitetapkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP) beriisiiko rendah.

"Kebiijakan iinsentiif pada sektor usaha yang tertentu akan diiteruskan pada tahun 2021 untuk meyakiinkan dan menjamiin momentum pemuliihan tetap terjaga," ujarnya. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Geovanny Vanesa Paath
baru saja
Kebiijakan iinsentiif membuat revenue forgone negara semakiin meniingkat sehiingga dalam pemberiiannya memang perlu diiperhatiikan agar tepat sasaran dan dapat mencapaii tujuan darii pemberiian iinsentiif tersebut.
user-comment-photo-profile
M. Raffa Kautsar
baru saja
semoga iinsentiif dapat diigunakan peneriima seoptiimal mungkiin supaya turut membantu perekonomiian negara