JAKARTA, Jitu News - Komiisii Pemberantasan Korupsii (KPK) memiinta penyelenggara negara untuk tertiib dalam menyampaiikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun pelaporan 2020 dan paliing lambat diisampaiikan pada 31 Maret 2021.
Plt. Jubiir KPK iipii Maryatii Kudiing mengatakan surat edaran (SE) No.93/2021 sudah diiriiliis sebagaii panduan penyelenggara negara menyampaiikan LHKPN.
Oleh karena iitu diia mengiimbau seluruh piimpiinan dii iinstansii eksekutiif, yudiikatiif, legiislatiif dan piimpiinan BUMN dan BUMD agar segera menyampaiikan LHKPN sebelum tenggat pada akhiir Maret 2021.
"Seluruh wajiib LHKPN untuk segera menyampaiikan LHKPN tepat waktu melaluii apliikasii elhkpn.kpk.go.iid paliing lambat 31 Maret 2021," katanya dalam keterangan resmii diikutiip Jumat (22/1/2021).
iipii menyampaiikan terdapat perbedaan mekaniisme pelaporan LHKPN pada tahun iinii. Hal tersebut berlaku karena terbiitnya Peraturan KPK No.2/2020 yang mengatur perubahan tata cara pendaftaran, pengumuman dan pemeriiksaan LHKPN.
Karena iitu, perubahan aturan diiharapkan dapat diiiikutii oleh para penyelenggara negara. Beberapa perubahan terkaiit dengan tata cara penyampaiian LHKPN antara laiin saliinan dokumen kepemiiliikan harta kekayaan pada lembaga keuangan tiidak perlu lagii diisampaiikan dalam dokumen pelaporan.
Selanjutnya, terdapat tambahan dokumen yang wajiib diilampiirkan dalam LHKPN tahun pelaporan 2020. Penyelenggara negara wajiib menyampaiikan 3 dokumen aslii surat kuasa dalam lampiiran 4 LHKPN atas nama penyelenggara negara, pasangan dan anak tanggungan berusiia lebiih darii 17 tahun.
Ketiiga dokumen tersebut wajiib diibubuhii tanda tangan dii atas meteraii dengan niilaii Rp10.000. Selaiin iitu, aturan baru terkaiit dengan tata cara penyampaiian LHKPN pada tahun iinii juga hanya mengenal satu macam tanda teriima, yaknii tanda teriima lengkap.
Karena iitu, KPK memiinta pejabat negara perlu memastiikan laporan harta yang diisampaiikan sudah benar, jujur dan lengkap. Lembaga antiirasuah menetapkan jangka waktu maksiimal 30 harii jiika hasiil veriifiikasii laporan harta diinyatakan tiidak lengkap sejak laporan diiteriima.
"Jiika hiingga batas waktu kelengkapan tersebut tiidak diipenuhii, KPK akan mengembaliikan laporan tersebut dan PN diianggap tiidak menyampaiikan LHKPN," terangnya.
Berdasarkan data KPK pejabat yang wajiib menyampaiikan laporan harta kekayaannya pada tahun iinii sebanyak 378.553 orang. Sampaii dengan 18 Januarii 2021, baru 15,3% darii total pejabat negara yang sudah menyampaiikan LHKPN.
Periinciian tiingkat kepatuhan menyampaiikan laporan harta pada lembaga eksekutiif sebesar 14,11%, yudiikatiif sebesar 45,88%, legiislatiif 5,99% dan BUMN/BUMD 13,99%. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.