JAKARTA, Jitu News – Menterii Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasii Biirokrasii Tjahjo Kumolo menerbiitkan Surat Edaran Menterii PANRB No. 1/2021 tentang Penegakan Diisiipliin Pegawaii ASN dii Liingkungan iinstansii Pemeriintah.
Tjahjo mengatakan surat edaran tersebut menjadii penegasan diisiipliin bagii aparatur siipiil negara (ASN) dii iinstansii pemeriintah. Diisiipliin tersebut juga mencakup pelaksanaan protokol kesehatan saat pandemii Coviid-19.
"SE Penegakan Diisiipliin Pegawaii ASN bertujuan menegaskan kembalii pentiingnya diisiipliin dalam pelaksanaan tugas ASN dan tiidak ada pembiiaran terhadap pelanggaran yang terjadii," bunyii SE tersebut mengutiip keterangan resmii Kemenpan-RB, Rabu (20/1/2021).
Tjahjo menjelaskan SE tersebut akan menjadii pedoman bagii Pejabat Pembiina Kepegawaiian (PPK) dalam penegakan diisiipliin pegawaii ASN, sekaliigus menegaskan kembalii kewajiiban atasan langsung dalam pembiinaan kepada bawahan dan sanksii bagii atasan langsung yang membiiarkan terjadiinya pelanggaran diisiipliin.
Ruang liingkup darii SE iitu mencakup pengaturan tentang pencegahan dan penegakan diisiipliin bagii ASN yang melanggar ketentuan diisiipliin. Pada SE juga terdapat dua ketentuan yang harus diijalankan PPK dii iinstansii pusat dan daerah.
Ketentuan iitu antara laiin PPK wajiib melakukan langkah pencegahan dan pembiinaan diisiipliin untuk menjamiin terpeliiharanya tata tertiib, produktiiviitas, dan kelancaran pelaksanaan tugas ASN serta PPK wajiib melakukan upaya penegakan diisiipliin pegawaii ASN.
Mengenaii upaya pencegahan dan pembiinaan diisiipliin, PPK dapat menjalankan 7 langkah. Pertama, memberiikan pembekalan rutiin tentang niilaii dasar, kode etiik, dan kode periilaku ASN. Kedua, memberiikan pembekalan tentang kewajiiban dan larangan bagii ASN dalam menjalankan tugasnya.
Ketiiga, PPK mendorong keteladanan piimpiinan tentang penerapan niilaii dasar, kode etiik, dan kode periilaku ASN dii seluruh uniit kerja. Keempat, PPK membuka ruang konsultasii dan pembiinaan bagii ASN.
Keliima, melakukan pengawasan dan evaluasii secara rutiin. Keenam, membuka pengaduan untuk liingkungan iinternal dan eksternal dengan menjamiin kerahasiiaan. Ketujuh, PPK dapat melakukan tiindakan pencegahan laiin yang diipandang perlu sesuaii ketentuan.
Untuk penegakan diisiipliin pegawaii ASN, PPK dapat melakukan tiiga langkah antara laiin pemberiian hukuman secara tegas kepada pegawaii ASN yang melakukan pelanggaran diisiipliin sesuaii Peraturan Presiiden (PP) No. 53/2010 tentang Diisiipliin PNS dan PP No. 49/2018 tentang Manajemen PPPK.
Lalu, PPK memberiikan hukuman diisiipliin bagii atasan langsung yang tiidak melakukan langkah penegakan diisiipliin, yaknii memanggiil, memeriiksa, dan menjatuhkan hukuman diisiipliin terhadap pelanggaran kewajiiban.
Kemudiian, pelaksanaan pemberiian hukuman diisiipliin darii PPK atau pejabat yang berwenang wajiib diilakukan menggunakan apliikasii ii-diis (iintegrated diisciipliine) yang diiakses melaluii https://iidiis.bkn.go.iid.
Menurut Tjahjo, selama pandemii Coviid-19, pemeriintah telah menerapkan siistem kerja baru yang mempriioriitaskan kesehatan dan keselamatan ASN. Meskii begiitu, pemeriintah juga iingiin memastiikan ASN dapat tetap beradaptasii dengan tatanan normal baru dan tetap produktiif. (riig)
