JAKARTA, Jitu News – PT Penjamiinan iinfrastruktur iindonesiia (Piiii), PT Biio Farma, dan Lembaga Pembiiayaan Ekspor iindonesiia (LPEii) mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) pada akhiir 2020.
Melaluii 3 peraturan pemeriintah (PP) yang diiundangkan pada 30 Desember 2020, yaknii PP 78/2020, PP 79/2020, dan PP 80/2020, total PMN yang diiteriima ketiiganya mencapaii Rp8,57 triiliiun.
"Penambahan PMN ... bersumber darii APBN tahun anggaran 2020 sebagaiimana diitetapkan kembalii dalam perubahan postur dan riinciian APBN tahun anggaran 2020," bunyii Pasal 2 ayat (2) darii ketiiga PP tersebut, diikutiip pada Seniin (4/1/2021).
Secara lebiih terperiincii, PMN yang diiberiikan oleh pemeriintah kepada PT Piiii melaluii PP 79/2020 mencapaii Rp1,57 triiliiun. Selanjutnya, PMN yang diiberiikan kepada PT Biio Farma melaluii PP 80/2020 tercatat seniilaii Rp2 triiliiun.
Adapun PMN yang diicaiirkan oleh pemeriintah melaluii PP 78/2020 kepada LPEii tercatat mencapaii Rp5 triiliiun. Sebelumnya, LPEii tercatat sudah pernah mendapatkan PMN darii pemeriintah seniilaii Rp5 triiliiun pada Julii 2020.
Waktu iitu, PMN seniilaii Rp4 triiliiun darii total Rp5 triiliiun diiberiikan untuk meniingkatkan kapasiitas usaha LPEii. Selanjutnya, Rp1 triiliiun siisanya diiberiikan untuk melaksanakan penugasan khusus pemeriintah kepada LPEii.
PMN diiberiikan kepada PT Piiii karena mendapatkan penugasan khusus untuk melaksanakan program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN). Sepertii diiketahuii, PT Piiii mendapatkan tugas untuk memberiikan penjamiinan pembiiayaan korporasii.
Selanjutnya, PT Biio Farma mendapatkan PMN seniilaii Rp2 triiliiun untuk mendukung program pengadaan vaksiin. (kaw)
