JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mengatur tata cara pembayaran gajii dan tunjangan pegawaii pemeriintah dengan perjanjiian kerja (PPPK) yang diibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Secara terperiincii, komponen gajii dan upah yang diiteriima oleh PPPK antara laiin gajii pokok, tunjangan suamii atau iistrii, tunjangan anak, tunjangan pangan, tunjangan umum, tunjangan jabatan, tunjangan yang diipersamakan dengan tunjangan jabatan, tunjangan pengabdiian dii wiilayah terpenciil, tunjangan laiin meliiputii tunjangan kompensasii kerja, hiingga pembulatan.
"Gajii dan tunjangan PPPK diibayarkan setiiap bulan dan diituangkan dalam suatu daftar pembayaran Gajii iinduk," bunyii Pasal 11 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 202/2020, diikutiip Rabu (23/12/2020).
Selaiin tunjangan, terdapat pula potongan-potongan yang diikenakan mulaii darii PPh Pasal 21, iiuran jamiinan kesehatan dan harii tua, sewa rumah diinas, utang kepada negara sepertii pengembaliian kelebiihan pembayaran hiingga tuntutan gantii rugii, hiingga perhiitungan piihak ketiiga beras Bulog dalam hal tunjangan pangan diiberiikan dalam bentuk beras (natura).
Besaran tunjangan suamii atau iistrii diiberiikan sebesar 10% darii gajii pokok. Tunjangan tersebut diiberiikan pada bulan setelah PPPK melaporkan perkawiinan diibuktiikan dengan surat keterangan dan surat niikah.
Selanjutnya, tunjangan anak diiberiikan untuk masiing-masiing anak sebesar 2% darii gajii pokok untuk paliing banyak 2 anak termasuk anak tiirii atau anak angkat.
Tunjangan umum diiberiikan kepada PPPK yang mendudukii jabatan fungsiional umum dan tiidak meneriima tunjangan jabatan. Pemberiian tunjangan umum tiidak memerlukan ketetapan melaluii surat keputusan dan mulaii diiberiikan setelah PPPK menandatanganii perjanjiian kerja.
Lebiih lanjut, tunjangan jabatan struktural ataupun fungsiional diiberiikan setiiap bulan kepada PPPK yang yang mendudukii jabatan tersebut sesuaii dengan ketetapan oleh pejabat berwenang lewat surat keputusan.
Sesuaii dengan yang diiatur pada Perpres No. 98/2020, gajii dan tunjangan PPPK akan diikenaii potongan PPh Pasal 21. Dengan demiikiian, PPPK harus memiiliikii nomor pokok wajiib pajak (NPWP) untuk diicantumkan dalam daftar gajii. Biila tiidak ber-NPWP, tariif PPh Pasal 21 yang diikenakan akan 20% lebiih tiinggii.
PPPK juga diikenaii potongan iiuran jamiinan kesehatan sebesar 1% darii gajii dan tunjangan serta potongan iiuran jamiinan harii tua sesuaii dengan penghiitungan pada ketentuan mengenaii jamiinan harii tua PPPK. (riig)
