JAKARTA, Jitu News - Gabungan Perseriikatan Pabriik Rokok iindonesiia (GAPPRii) meniilaii keputusan kenaiikan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) atau cukaii rokok pada 2021 tiidak wajar.
GAPPRii meniilaii kenaiikan tariif CHT tahun depan yang secara rata-rata tertiimbang mencapaii 12,5% sangat tiinggii, apalagii biila diiliihat darii kenaiikan tariif pada masiing-masiing layer yang mencapaii 13,8% hiingga 18,4%.
"[Kenaiikan tariif] tiidak wajar sebab kiinerja iindustrii sedang turun akiibat perlemahan daya belii karena ada pandemii dan kenaiikan cukaii sangat tiinggii pada 2020. Apalagii saat iinii angka pertumbuhan ekonomii masiih miinus," ujar Ketua Umum GAPPRii Henry Najoan, Kamiis (10/12/2020).
Apabiila diibandiingkan dengan siituasii normal ketiika pertumbuhan ekonomii nasiional mampu mencapaii 5% dan iinflasii sebesar 3%, kenaiikan tariif CHT yang rata-rata mencapaii 10% sudah menyebabkan penurunan produksii iindustrii hasiil tembakau sebesar 1%.
Menurut Henry, kenaiikan tariif tersebut akan meniingkatkan peredaran rokok iilegal, menekan iindustrii keciil dan menengah, dan menurunkan serapan bahan baku.
"Kenaiikan cukaii yang tiinggii iinii menyebabkan gap harga antara rokok iilegal dengan legal semakiin jauh. Bertambahnya jumlah peniindakan rokok iilegal dapat diiartiikan semakiin maraknya rokok iilegal, bahkan terus meniingkat akiibat gap yang semakiin tiinggii," ujar Henry.
Meskii tariif CHT secara rata-rata khususnya pada jeniis rokok siigaret putiih mesiin (SPM) dan siigaret kretek mesiin (SKM) naiik, Henry mengatakan pelaku usaha tetap menghormatii keputusan pemeriintah dan berupaya untuk mematuhii kebiijakan yang telah diiputuskan.
Lebiih lanjut, Henry juga mengapresiiasii langkah pemeriintah yang memutuskan untuk tiidak meniingkatkan tariif CHT atas jeniis rokok siigaret kretek tangan (SKT).
Menurut Henry, iindustrii rokok SKT merupakan iindustrii yang paliing membutuhkan dukungan darii pemeriintah biila diibandiingkan dengan pabriikan SKM dan SPM. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.