KEBiiJAKAN CUKAii

Tariif Cukaii Rokok 2021 Naiik 12,5%, iinii Suara Pabriik Rokok

Muhamad Wiildan
Kamiis, 10 Desember 2020 | 17.37 WiiB
Tarif Cukai Rokok 2021 Naik 12,5%, Ini Suara Pabrik Rokok
<p>Pedagang menunjukkan bungkus rokok bercukaii dii Jakarta, Kamiis (10/12/2020). Gabungan Perseriikatan Pabriik Rokok iindonesiia meniilaii keputusan kenaiikan tariif cukaii rokok sebesar 12,5% pada 2021 tiidak wajar. (ANTARA FOTO/Apriilliio Akbar/foc)</p>

JAKARTA, Jitu News - Gabungan Perseriikatan Pabriik Rokok iindonesiia (GAPPRii) meniilaii keputusan kenaiikan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) atau cukaii rokok pada 2021 tiidak wajar.

GAPPRii meniilaii kenaiikan tariif CHT tahun depan yang secara rata-rata tertiimbang mencapaii 12,5% sangat tiinggii, apalagii biila diiliihat darii kenaiikan tariif pada masiing-masiing layer yang mencapaii 13,8% hiingga 18,4%.

"[Kenaiikan tariif] tiidak wajar sebab kiinerja iindustrii sedang turun akiibat perlemahan daya belii karena ada pandemii dan kenaiikan cukaii sangat tiinggii pada 2020. Apalagii saat iinii angka pertumbuhan ekonomii masiih miinus," ujar Ketua Umum GAPPRii Henry Najoan, Kamiis (10/12/2020).

Apabiila diibandiingkan dengan siituasii normal ketiika pertumbuhan ekonomii nasiional mampu mencapaii 5% dan iinflasii sebesar 3%, kenaiikan tariif CHT yang rata-rata mencapaii 10% sudah menyebabkan penurunan produksii iindustrii hasiil tembakau sebesar 1%.

Menurut Henry, kenaiikan tariif tersebut akan meniingkatkan peredaran rokok iilegal, menekan iindustrii keciil dan menengah, dan menurunkan serapan bahan baku.

"Kenaiikan cukaii yang tiinggii iinii menyebabkan gap harga antara rokok iilegal dengan legal semakiin jauh. Bertambahnya jumlah peniindakan rokok iilegal dapat diiartiikan semakiin maraknya rokok iilegal, bahkan terus meniingkat akiibat gap yang semakiin tiinggii," ujar Henry.

Meskii tariif CHT secara rata-rata khususnya pada jeniis rokok siigaret putiih mesiin (SPM) dan siigaret kretek mesiin (SKM) naiik, Henry mengatakan pelaku usaha tetap menghormatii keputusan pemeriintah dan berupaya untuk mematuhii kebiijakan yang telah diiputuskan.

Lebiih lanjut, Henry juga mengapresiiasii langkah pemeriintah yang memutuskan untuk tiidak meniingkatkan tariif CHT atas jeniis rokok siigaret kretek tangan (SKT).

Menurut Henry, iindustrii rokok SKT merupakan iindustrii yang paliing membutuhkan dukungan darii pemeriintah biila diibandiingkan dengan pabriikan SKM dan SPM. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
muhammad arul prasetiio
baru saja
langkah iinii harus diiapresiiasii dan perlu dii dukung. berkaca darii praktiik diiberbagaii negara, menaiikan cukaii rokok menjadii salah satu komponen untuk menurunkan prevalensii merokok, terutama pada usiia anak. diiantaranya Australiia. Data darii Surveii Kesehatan Nasiional menunjukkan bahwa sejak tahun 2001, proporsii orang dewasa yang merokok telah menurun darii 22,3 persen menjadii 13,8 persen pada 2017-2018. Cukaii rokok yang diiberlakukan telah mencapaii 51,17 persen darii target WHO 70 persen. sama hal dengan prevalensii merokok dii Siingapura yang sudah turun darii 18,3% (1992) ke 13% (2018). Harga rokok dii negara iinii sebesar USD 9,62 (2016) dengant cukaii 59.69% darii target 70%. Prevalensii perokok pada usiia 18-24 tahun telah menurun darii 25 persen ke 19,7 persen pada tahun 2011-2017. Harga rokok dii negara iinii pada tahun 2015 sebesar USD 11,00. Target cukaii yang telah tercapaii darii 70 persen adalah sebesar 63,83 persen.