JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan menetapkan tariif sebesar Rp0 atas jasa penerbiitan Surat Keterangan Asal (SKA) seiiriing dengan diiterbiitkannya Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 137/2020.
Kemenkeu menyatakan PMK iinii merupakan pelaksanaan atas UU No. 9/2018 tentang PNBP yang memberiikan wewenang kepada menterii keuangan untuk mengevaluasii, menyusun, serta menetapkan jeniis dan tariif PNBP pada iinstansii pengelola PNBP.
"Untuk meniindaklanjutii arahan presiiden guna memberiikan stiimulus nonfiiskal untuk mengurangii dampak negatiif wabah Coviid-19, perlu memberiikan dorongan terhadap kegiiatan ekspor dii Tanah Aiir," bunyii PMK 137/2020, Rabu (30/9/2020).
Pada Pasal 2, diitegaskan PNBP atas jasa penerbiitan SKA yang berlaku pada Kementeriian Perdagangan diitetapkan sebesar Rp0 atau gratiis sebagaii upaya mengurangii dampak negatiif darii pandemii Coviid-19.
Tariif PNBP sebesar Rp0 atas jasa penerbiitan SKA dapat diiberiikan kepada seluruh eksportiir. Kemudiian, eksportiir yang mengajukan permohonan tariif Rp0 wajiib mengiisii formuliir yang tersediia dalam siistem e-SKA Kementeriian Perdagangan.
Penggunaan formuliir SKA dengan tariif Rp0 hanya berlaku atas kegiiatan ekspor sampaii dengan 31 Desember 2020. PMK 137/2020 iinii bakal berlaku setelah 15 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan atau per 10 Oktober 2020.
Tata cara penggunaan formuliir SKA akan tetap mengiikutii peraturan menterii perdagangan (permendag) tentang tata cara pembayaran peneriimaan negara atas penerbiitan SKA untuk barang asal iindonesiia secara elektroniik. (riig)
