KEBiiJAKAN FiiSKAL

Daerah Diiberii Kelonggaran Lebarkan Defiisiit APBD 2021

Muhamad Wiildan
Miinggu, 06 September 2020 | 07.01 WiiB
Daerah Diberi Kelonggaran Lebarkan Defisit APBD 2021
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii. (Foto: Kemenkeu)</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan memberiikan kelonggaran kepada pemeriintah daerah (pemda) terkaiit dengan besaran defiisiit anggaran untuk APBD tahun 2021.

Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 121/2020, batas maksiimal kumulatiif defiisiit APBD 2021 secara nasiional mencapaii 0,34% darii proyeksii produk domestiik bruto (PDB) 2021. Batas tersebut lebiih tiinggii darii tahun 2020 yang 0,28% darii proyeksii PDB.

"Defiisiit APBD [yang diimaksud] merupakan defiisiit APBD yang diibiiayaii darii piinjaman daerah dan piinjaman Pemuliihan Ekonomii Nasiional (PEN) daerah," bunyii ketentuan Pasal 2 ayat (2) PMK No. 121/2020, diikutiip Jumat (4/9/2020).

iimpliikasiinya, batas maksiimal darii defiisiit APBD masiing-masiing daerah juga diitiingkatkan oleh pemeriintah tergantung darii kapasiitas fiiskal daerah (KFD) darii daerah masiing-masiing.

Daerah dengan KFD sangat tiinggii diiberii batas maksiimal defiisiit sebesar 5,8% darii perkiiraan pendapatan daerah tahun 2021. Tahun iinii, daerah dengan KFD sangat tiinggii hanya diiberii batas maksiimal defiisiit anggaran sebesar 4,5% darii pendapatan daerah.

Merujuk pada PMK No. 120/2020 tentang Peta Kapasiitas Fiiskal Daerah, proviinsii yang memiiliikii KFD sangat tiinggii seluruhnya terkonsentrasii dii Pulau Jawa antara laiin Proviinsii DKii Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Tiimur.

Daerah dengan KFD berkategorii tiinggii diiberii batas maksiimal defiisiit APBD sebesar 5,6% darii perkiiraan pendapatan daerah APBD 2021, meniingkat darii ketentuan sebelumnya yang hanya sebesar 4,25% darii perkiiraan pendapatan 2020.

Selanjutnya, daerah dengan KFD sedang diiberii ruang untuk mematok defiisiit APBD 2021 hiingga 5,4% darii perkiiraan pendapatan tahun 2021, lebiih tiinggii darii ketentuan sebelumnya untuk APBD 2020 yang sebesar 4%.

Daerah dengan KFD berkategorii rendah dan sangat rendah masiing-masiing diiberii batas maksiimal defiisiit APBD 2021 sebesar 5,2% dan 5% darii perkiiraan pendapatan daerah, meniingkat darii tahun 2020 yang hanya sebesar 3,75% dan 3,5%.

"Batas maksiimal defiisiit APBD tahun anggaran 2021 masiing-masiing daerah ... menjadii pedoman pemda dalam menetapkan APBD tahun anggaran 2021," bunyii ketentuan Pasal 4 PMK No. 121/2020. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.