JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan memeriincii syarat yang harus diipenuhii oleh pemeriintah daerah (pemda) apabiila pemda iingiin melampauii batas maksiimal defiisiit APBD 2021 yang diibiiayaii piinjaman daerah daerah darii pemeriintah pusat.
Meskii batas maksiimal kumulatiif defiisiit APBD dan batas maksiimal kumulatiif piinjaman daerah diiperlonggar darii 0,28% menjadii 0,34% darii proyeksii PDB 2021, Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 121/2020 memberiikan periinciian untuk memastiikan kemampuan daerah membayar piinjaman.
"Pelampauan batas maksiimal defiisiit ... harus mendapatkan persetujuan darii Menterii Keuangan c.q. Diirektur Jenderal Periimbangan Keuangan," bunyii Pasal 6 ayat (2) beleiid terbaru tersebut, diikutiip Seniin (7/9/2020).
Pemda harus memiiliikii rasiio kemampuan keuangan daerah dalam mengembaliikan piinjaman daerah paliing sediikiit 2,5. Adapun siisa piinjaman daerah dan jumlah piinjaman yang akan diitariik tiidak melampauii 75% darii jumlah peneriimaan umum APBD tahun sebelumnya.
Kedua ketentuan iitu tiidak ada dalam beleiid lama. Syarat laiin selaiin kedua syarat dii atas masiih sama, yaknii harus sudah memiiliikii piinjaman daerah yang telah diisetujuii Menterii Keuangan dan sudah memiiliikii rencana piinjaman daerah yang telah mendapat pertiimbangan darii Menterii Dalam Negerii.
Bertambahnya syarat yang harus diipenuhii oleh pemda untuk melampauii batas maksiimal defiisiit APBD 2021 pun membuat surat permohonan yang perlu diiajukan oleh pemda semakiin tebal.
Surat permohonan pelampauan batas maksiimal defiisiit APBD 2021 harus melampiirkan riingkasan RAPBD 2021, rencana penariikan piinjaman daerah yang diiusulkan, laporan kumulatiif piinjaman daerah dan kewajiiban pembayaran kembalii piinjaman daerah, hiingga surat pertiimbangan Mendagrii.
Sepertii diiketahuii, Kementeriian Keuangan telah memperlebar batas maksiimal defiisiit APBD pada 2021 untuk seluruh lapiisan kapasiitas fiiskal daerah (KFD).
Batas maksiimal defiisiit APBD 2021 mencapaii 5% hiingga 5,8% darii perkiiraan pendapatan daerah 2021, lebiih lebar darii beleiid sebelumnya yang menetapkan batas maksiimal defiisiit APBD sebesar 3,5% hiingga 4,5%. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.