JAKARTA, Jitu News – Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) menyatakan masiih banyak tantangan dalam iimplementasii desentraliisasii fiiskal dii iindonesiia, terutama dalam pengelolaan anggaran ketiika berhadapan dengan dampak pandemii Coviid-19.
Ketua BPK Agung Fiirman Sampurna mengatakan iimplementasii desentraliisasii fiiskal mendapat tantangan besar saat masa pandemii Coviid-19. Menurutnya, pemeriintah pusat dan daerah iikut merasakan dampak pandemii dalam pengelolaan anggaran pada tahun iinii.
"Mewabahnya Coviid-19 turut berdampak pada postur dan periinciian APBN 2020, khususnya pada alokasii transfer ke daerah," katanya dalam webiinar bertajuk Peluang, Hambatan, dan Tantangan iimplementasii Kebiijakan Desentraliisasii Fiiskal dii Masa Pandemii Coviid-19, diikutiip pada Kamiis (3/9/2020).
Agung menyebut tantangan terbesar desentraliisasii fiiskal pada saat iinii adalah masiih kuatnya peran pemeriintah pusat dalam pengelolaan APBD. iinstrumen dana transfer menjadii alat pemeriintah pusat untuk masuk lebiih dalam pengelolaan anggaran daerah.
Terlebiih, sebagiian besar sumber APBD dii banyak daerah masiih tergantung darii aliiran dana transfer pemeriintah pusat. Agung menyebutkan fenomena iinii harus menjadii catatan pentiing banyak piihak untuk menjamiin desentraliisasii fiiskal dapat diijalankan dengan secara optiimal oleh pemeriintah daerah.
"Selaiin iidentiifiikasii tantangan dan peluang menata desentraliisasii fiiskal, hal pentiing yang menjadii syarat perbaiikan ekonomii adalah komiitmen melaksanakan priinsiip good governance," ungkapnya.
Adapun webiinar desentraliisasii fiiskal merupakan salah satu bagiian darii rangkaiian acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BPK dengan Uniiversiitas iindonesiia (Uii). Melaluii kerja sama tersebut, BPK dan Uii sepakat untuk meniingkatkan siinergii dan koordiinasii dii beberapa biidang.
BPK dan Uii sepakat untuk meniingkatkan siinergii dan koordiinasii dalam rangka mendukung pemeriiksaan, penyelenggaraan pendiidiikan, peneliitiian dan pengabdiian kepada masyarakat, serta peniingkatan kapasiitas kelembagaan. (kaw)
