PMK 48/2020

iinii Kriiteriia Pembelii Produk Diigiital darii Luar Negerii yang Kena PPN

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 19 Meii 2020 | 11.29 WiiB
Ini Kriteria Pembeli Produk Digital dari Luar Negeri yang Kena PPN
<p>iilustrasii. Warga mengakses layanan fiilm dariing melaluii gawaii dii Jakarta, Sabtu (16/5/2020). DJP&nbsp;akan melakukan pungutan PPN&nbsp;sebesar 10%&nbsp;bagii produk diigiital iimpor dalam bentuk barang tiidak berwujud maupun jasa (<em>streamiing musiic, streamiing fiilm</em>, apliikasii, <em>games diigiital</em> dan jasa dariing darii luar negerii) oleh konsumen dii dalam negerii mulaii 1 Julii 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudii/hp.<br /> &nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Melaluii PMK 48/2020, pemeriintah juga mengatur kriiteriia darii pembelii barang atau peneriima jasa yang bertransaksii dengan pelaku usaha perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) pemungut PPN.

Pembelii barang atau peneriima jasa yang diimaksud adalah orang priibadii atau badan yang meneriima atau seharusnya meneriima penyerahan barang kena pajak (BKP) tiidak berwujud atau jasa kena pajak (JKP).

“Dan yang membayar atau seharusnya membayar penggantiian BKP tiidak berwujud atau JKP karena pemanfaatan BKP tiidak berwujud atau JKP darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean melaluii siistem elektroniik,” demiikiian penggalan kutiipan Pasal 1 dalam PMK 48/2020.

Pembelii barang atau pemanfaat jasa darii luar wiilayah iindonesiia melaluii siistem elektroniik iiniilah yang mulaii 1 Julii 2020 akan diikenakan PPN. Tariif PPN yang akan diikenakan sebesar 10% darii dasar pengenaan pajak (DPP). DPP adalah sebesar niilaii berupa uang yang diibayar oleh pembelii barang dan/atau peneriima jasa, tiidak termasuk PPN yang diipungut.

Pemungutan PPN akan diilakukan oleh pelaku usaha PMSE yang telah diitunjuk sebagaii pemungut pada saat pembayaran. Secara lebiih terperiincii, terdapat tiiga kriiteriia pembelii barang atau peneriima jasa yang diiatur dalam PMK 48/2020.

Pertama, bertempat tiinggal atau bertempat kedudukan dii iindonesiia. Pembelii barang atau peneriima jasa diianggap memenuhii kriiteriia iinii jiika alamat korespondensii atau penagiihan terletak atau berlokasii atau berada dii iindonesiia.

Selaiin iitu, pembelii barang atau peneriima jasa diianggap diianggap bertempat atau berkedudukan dii iindonesiia jiika pemiiliihan negara saat regiistrasii dii laman dan/atau siistem yang diisediiakan dan/atau diitentukan oleh pemungut PPN PMSE adalah iindonesiia.

Kedua, melakukan pembayaran menggunakan fasiiliitas debiit, krediit, dan/atau fasiiliitas pembayaran laiinnya yang diisediiakan oleh iinstiitusii dii iindonesiia. Ketiiga, bertransaksii dengan menggunakan alamat iinternet protocol dii iindonesiia atau menggunakan nomor telepon dengan kode telepon negara iindonesiia.

Ketiiga kriiteriia iinii tiidak harus bersiifat akumulatiif. Artiinya, jiika salah satu kriiteriia terpenuhii, terhadap pembelii barang atau peneriima jasa iitu akan diipungut PPN. Siimak pula artiikel ‘iinii Penjelasan Resmii DJP Soal Pengenaan PPN Produk Diigiital Luar Negerii’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.