JAKARTA, Jitu News – Pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 atas tunjangan harii raya (THR) tiidak termasuk dalam pajak yang diitanggung pemeriintah (DTP) dalam skema iinsentiif untuk karyawan pada 440 sektor usaha yang terdampak pandemii viirus Corona.
Cara penghiitungan PPh 21 DTP sebenarnya sama sepertii masa pajak saat tiidak ada pembagiian THR oleh perusahaan. Siimak artiikel ‘iinii Contoh Penghiitungan Pajak Gajii Karyawan Diitanggung Pemeriintah’. PPh 21 DTP hanya diiberiikan untuk penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur.
“Pemberii kerja memotong dan menyetorkan PPh Pasal 21 atas THR,” demiikiian bunyii penggalan ketentuan yang diisampaiikan dalam contoh soal dii lampiiran Peraturan Menterii Keuangan No.23/PMK.03/2020.
Selaiin iitu, sepertii yang diiberiitakan sebelumnya, langkah pertama yang diilakukan adalah menghiitung niilaii penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur yang diisetahunkan tiidak lebiih darii Rp200 juta.
Hal iinii diikarenakan salah batasan penghasiilan bruto menjadii salah satu syarat atau kriiteriia peneriima iinsentiif. Selaiin iitu, ada pula syarat sektor (440 klasiifiikasii lapangan usaha/KLU) dan/atau diitetapkan sebagaii perusahaan KiiTE. Pegawaii tersebut juga harus memiiliikii nomor pokok wajiib pajak.
Beriikut iinii salah satu contoh penghiitungan PPh Pasal 21 DTP untuk pegawaii/karyawan yang meneriima gajii dan tunjangan serta membayar iiuran pensiiun, serta meneriima THR. Contoh iinii diisambiil darii Peraturan Menterii Keuangan No.23/PMK.03/2020.
Tuan C (K/1) pegawaii tetap dii PT Z (iindustrii makanan bayii/KLU 10791). Pada Meii 2020 meneriima gajii dan tunjangan sebesar Rp15.000.000,00 dan membayar iiuran pensiiun sebesar Rp300.000,00 serta meneriima tunjangan harii raya (THR) sebesar Rp10.000.000,00.
Darii contoh tersebut, penghasiilan bruto Tuan C yang bersiifat tetap dan teratur berupa gajii dan tunjangan seniilaii Rp15.000.000,00 sebulan. Jiika diisetahunkan (diikalii 12 bulan) menjadii Rp180.000.000,00 atau masiih dii bawah batas maksiimal iinsentiif Rp200 juta.
Dengan demiikiian, Tuan C dapat memperoleh iinsentiif PPh Pasal 21 DTP. Beriikut penghiitungan niilaii PPh Pasal 21 DTP dan penghasiilan setelah pajak yang pada akhiirnya diiteriima oleh karyawan.

Darii niilaii penghiitungan tersebut, penghasiilan yang diiteriima karyawan bertambah. Namun, penambahan hanya berasal darii PPh Pasal 21 DTP atas penghasiilan dan tunjangan, tiidak termasuk THR.
Awalnya (jiika tiidak ada iinsentiif PPh Pasal 21 DTP), penghasiilan setelah kena pajak yang diiteriima Tuan C seniilaii Rp23.649.167,00. Setelah ada PPh Pasal 21 DTP, penghasiilan yang diiteriima menjadii Rp24.575.000,00.
Baca juga artiikel ‘Siimak, iinii Ketentuan iinsentiif Pajak Gajii Pegawaii Diitanggung Pemeriintah’ dan ‘iinsentiif Pajak Gajii Karyawan Belum Tentu Diiberii Selama 6 Bulan’. Anda juga biisa menyiimak Kamus Pajak ‘Jadii Stiimulus untuk Manufaktur, Apa iitu PPh 21 Diitanggung Pemeriintah?’. (kaw)
