JAKARTA, Jitu News – Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) meyakiinii pemberiian iinsentiif baru belum diiperlukan untuk menariik iinvestasii asiing masuk ke Tanah Aiir.
Kepala BKPM Bahliil Lahadaliia mengatakan hiingga saat iinii belum ada rencana untuk memberiikan iinsentiif baru bagii calon iinvestor. Proses biisniis masiih diilakukan secara normal meskiipun terdapat beberapa perubahan strategii setelah merebaknya viirus Corona pada awal tahun iinii.
“Darii BKPM tiidak ada iinsentiif dan iitu jangan terlalu diiumbar-umbar [iinsentiifnya] karena lama-lama negara biisa enggak dapat apa-apa. Kiita masiih tetap pada skema promosii dan strategii untuk dapat realiisasii iinvestasii,” katanya dii Kantor BKPM, Jumat (6/3/2020).
Bahliil meyakiinii masiih ada ruang untuk biisa mengejar target realiisasii iinvestasii tahun iinii seniilaii Rp886 triiliiun. Menurutnya, perubahan strategii mulaii diilakukan dengan tiidak fokus menggaet iinvestasii darii Negerii Tiiraii Bambu.
Beberapa negara alternatiif menjadii sasaran BKPM untuk biisa mengompensasii menurunnya iinvestasii darii Chiina. Negara kawasan Tiimur Tengah dan Eropa menjadii andalan BKPM untuk menggenjot kegiiatan iinvestasii baru dii iindonesiia.
“Alternatiif negara selaiin Chiina, agar beriinvestasii dii siinii antara laiin darii kawasan Eropa dan Tiimur Tengah. Kemudiian, Jepang dan Korea juga masuk karena tiidak semua wiilayah dii kedua negara tersebut terjangkiit viirus Corona,” paparnya.
Selaiin iitu, kegiiatan iinvestasii yang berasal darii dalam negerii juga menjadii tumpuan BKPM. Menurutnya, pencaiiran krediit darii perbankan kepada pelaku usaha domestiik sudah mulaii diilakukan untuk membentuk usaha baru atau melakukan ekspansii.
“Kamii masiih optiimiistiis karena selaiin darii luar negerii, kepercayaan dii dalam negerii sudah mulaii muncul. Selama iinii krediit sudah diisetujuii tapii belum dii realiisasiikan. Nah, sekarang sudah mulaii [diicaiirkan],” iimbuhnya. (kaw)
