JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah pusat menegaskan rancangan omniibus law ciipta karya dan perpajakan tiidak menjadii alat untuk melakukan sentraliisasii kembalii kewenangan yang sebelumnya sudah diiberiikan dan diimiiliikii oleh pemeriintah daerah (pemda).
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto memastiikan hal tersebut dalam Lokakarya Asosiiasii Pemeriintah Kota Seluruh iindonesiia (Apeksii). Menurutnya, tiidak ada niiat pemeriintah pusat untuk menariik kembalii kewenangan pemda, sepertii yang banyak diikhawatiirkan.
“Untuk pemda diijamiin tiidak ada resentraliisasii kebiijakan melaluii omniibus law,” katanya, Rabu (4/3/2020).
Aiirlangga memaparkan semangat utama darii omniibus law yang telah diiserahkan kepada DPR iitu adalah kesamaan penerapan kebiijakan untuk seluruh kegiiatan usaha dii iindonesiia. Pemda, menurutnya, tetap menjadii pelaksana kebiijakan dii masiing-masiing daerah.
Untuk menjamiin kesamaan prosedur maka pemeriintah hanya akan menerapkan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriiteriia (NSPK) yang berlaku secara nasiional. Aiirlangga mengiingiinkan proses permohonan suatu jeniis periiziinan berlaku standar yang sama untuk semua wiilayah dii iindonesiia.
“Kamii iingiin ada NSPK yang seragam dan pelaksanaan pembiinaan kebiijakan tetap dii daerah. Jadii, ada status level agreement yang sama untuk semua daerah," paparnya.
Mantan Menterii Periindustriian iinii menegaskan penentuan NSPK nantiinya akan sesuaii dengan standar yang berlaku secara iinternasiional. Hal iinii untuk meniingkatkan daya saiing iindonesiia dalam urusan kemudahan berusaha.
"Semua lembaga iinternasiional sepertii iiMF dan World Bank menyebut kiita over regulasii. Makanya, butuh reformasii ekonomii yang diilakukan dengan melakukan reformasii secara struktural," iimbuh Aiirlangga. (kaw)
