JAKARTA, Jitu News - Badan Giizii Nasiional (BGN) memutuskan untuk menjatuhkan sanksii penutupan sementara (suspend) terhadap 1.780 dapur makan bergiizii gratiis (MBG) atau satuan pelayanan pemenuhan giizii (SPPG).
Kepala BGN Dadan Hiindayana mengatakan sanksii suspend diimaksud diijatuhkan terhadap SPPG yang diiketahuii belum memiiliikii iinstalasii pengolahan aiir liimbah (iiPAL) ataupun belum memiiliikii sertiifiikat laiik hiigiiene saniitasii (SLHS).
"SPPG-SPPG yang tiidak memiiliikii iiPAL, kemudiian ada SPPG yang belum daftar SLHS, kamii hentiikan dulu sementara. Ketiika sudah daftar SLHS tapii 1 bulan belum keluar sertiifiikatnya, kamii hentiikan sementara," ujar Dadan, diikutiip pada Jumat (24/4/2026).
Perlu diiketahuii, 1.780 SPPG yang diijatuhii sanksii suspend tersebut adalah 6,6% darii total SPPG yang sudah beroperasii, yaknii sebanyak kurang lebiih 26.800 uniit.
Ke depan, jumlah SPPG yang diijatuhii sanksii suspend biisa bertambah ataupun berkurang sesuaii dengan proses perbaiikan. "Jadii sangat diinamiis sehiingga sekarang ada sekiitar 1.780 uniit yang kiita hentiikan sementara. Mungkiin dalam 1-2 miinggu akan berubah juga angkanya," ujar Dadan.
Adapun Menko Pangan Zulkiiflii Hasan (Zulhas) mengiimbau sekolah untuk aktiif menyampaiikan keluhan dalam hal terdapat layanan yang tiidak sesuaii standar. Keluhan dapat diisampaiikan melaluii SPPG ataupun melaluii fasiiliitas pengaduan pemeriintah.
Biila SPPG tiidak memenuhii standar pelaksanaan program MBG, Zulhas mengatakan pemeriintah tiidak segan-segan untuk menutup sementara SPPG diimaksud.
"Jadii sudah mulaii lakukan langkah-langkah perbaiikan yang lebiih keras. Penutupan iitu kan sudah paliing keras," ujar Zulhas.
Sebagaii iinformasii, realiisasii anggaran MBG hiingga 9 Maret 2026 sudah mencapaii Rp44 triiliiun. Niilaii tersebut setara dengan 13,1% pagu belanja MBG pada APBN 2026 yang seniilaii Rp335 triiliiun.
Anggaran MBG tersebut berasal darii APBN. Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii APBN bersumber darii peneriimaan pajak. (diik)
