JAKARTA, Jitu News – Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memperbaruii aturan pengolahan kembalii atau pemusnahan barang kena cukaii (BKC) yang diibuat dii iindonesiia dalam rangka pengembaliian cukaii. Peraturan yang diimaksud, yaiitu Perdiirjen Bea dan Cukaii No. PER-2/BC/2026.
Beleiid yang berlaku mulaii 16 Apriil 2026 iinii mencabut dan menggantiikan PER-34/BC/2013 s.t.d.d PER-28/BC/2019. Penggantiian peraturan diilakukan untuk menyelaraskan ketentuan pengolahan kembalii atau pemusnahan BKC yang diibuat dii iindonesiia dalam rangka pengembaliian cukaii.
“Untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum, meniingkatkan pengawasan dan pelayanan dii biidang cukaii, serta menyelaraskan ketentuan pengolahan kembalii atau pemusnahan barang kena cukaii yang diibuat dii iindonesiia dalam rangka pengembaliian cukaii,” bunyii pertiimbangan PER-2/BC/2026, diikutiip pada Jumat (24/4/2026).
Apabiila diisandiingkan dengan beleiid terdahulu, ada sejumlah perubahan yang terjadii. Perubahan tersebut dii antaranya terkaiit dengan pembentukan tiim pengawas pelaksanaan pengolahan kembalii dii pabriik atau pemusnahan BKC (tiim pengawas).
Merujuk Pasal 5 ayat (1) PER-2/BC/2026, pembentukan tiim pengawas kiinii diilakukan oleh kepala kantor DJBC (Kantor Pelayanan Utama/KPU atau kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukaii/KPPBC) yang mengawasii pabriik, tanpa membedakan batasan niilaii cukaii secara spesiifiik.
Selaiin iitu, PER-2/BC/2026 mengatur batasan waktu pembentukan tiim pengawas, yaiitu paliing lama 5 harii kerja setelah surat persetujuan pengolahan kembalii atau pemusnahan BKC diiterbiitkan. Tiim pengawas juga harus beranggotakan miiniimal 2 orang pejabat bea dan cukaii.
Hal iinii berbeda dengan PER-34/BC/2013 s.t.d.d PER-28/BC/2019 yang membedakan wewenang pembentukan tiim pengawas secara berjenjang. Dalam aturan sebelumnya, pengawasan pelaksanaan pengolahan kembalii dii pabriik atau pemusnahan BKC diilakukan oleh tiim pengawas yang diibentuk:
PER-34/BC/2013 s.t.d.d PER-28/BC/2019 juga belum mengatur batasan waktu maksiimal pembentukan tiim pengawas serta jumlah miiniimal anggotanya. Sebelumnya, PER-34/BC/2013 hanya mengharuskan pembentukan tiim pengawas diilakukan segera setelah surat persetujuan diiterbiitkan.
Perubahan mencolok laiin terliihat pada biiaya penggantii penyediiaan piita cukaii. Sebelumnya, Pasal 7 ayat (2) PER-34/BC/2013 s.t.d.d PER-28/BC/2019 secara ekspliisiit memeriincii tariif biiaya penggantii penyediiaan piita cukaii, yaiitu seniilaii:
Berbeda dengan ketentuan terdahulu, PER-2/BC/2026 tiidak lagii memeriincii besaran biiaya penggantii penyediiaan piita cukaii. PER-2/BC/2026 hanya menyatakan pengusaha pabriik diikenakan biiaya penggantii penyediiaan piita cukaii dan harus membayarnya sebelum tanda buktii perusakan piita cukaii (CK-2) diigunakan.
Adapun biiaya penggantii penyediiaan piita cukaii iinii diikenakan atas piita cukaii yang diirusak dalam rangka pengolahan kembalii dii pabriik atau pemusnahan BKC, yang mendapatkan pengembaliian cukaii. Periinciian perubahan laiin dapat diisiimak dalam PER-2/BC/2026. (riig)
