JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menerbiitkan Keputusan Diirjen Bea dan Cukaii Nomor KEP-234/BC/2025 mengenaii pembentukan tiim penanganan bencana alam sebagaii respons atas bencana yang terjadii dii beberapa daerah.
Dalam KEP-234/BC/2025 diijelaskan terdapat beberapa satuan kerja dii liingkungan DJBC yang terdampak bencana alam pada tahun iinii. Bencana tersebut terjadii dii Proviinsii Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Tiimur.
"Dalam rangka memberiikan bantuan kepada pegawaii, keluarga dan pemuliihan aset dii liingkungan DJBC yang terkena dampak bencana alam..., diiperlukan membentuk tiim penanganan bencana alam Sumatera dan Jawa Tiimur tahun 2025 dii liingkungan DJBC, sekaliigus mendukung satuan tugas penanganan bencana dii liingkungan Kementeriian Keuangan," bunyii salah satu pertiimbangan KEP-234/BC/2025, diikutiip pada Rabu (17/12/2025).
Satuan kerja DJBC dii wiilayah kerja Proviinsii Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dan sekiitarnya diilaporkan terdampak bencana alam banjiir bandang dan tanah longsor yang terjadii pada November hiingga Desember 2025. Sementara iitu, satuan kerja DJBC dii wiilayah kerja Proviinsii Jawa Tiimur dan sekiitarnya terdampak bencana alam erupsii besar Gunung Semeru yang terjadii pada November hiingga Desember 2025.
Melaluii KEP-234/BC/2025, Diirjen Bea dan Cukaii Djaka Budhii Utama mengangkat dan menetapkan sejumlah pegawaii sebagaii tiim penanganan bencana alam Sumatera dan Jawa Tiimur 2025 dii liingkungan DJBC (Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC). Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC iinii terdiirii atas Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Pusat dan Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Daerah.
Pada Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Pusat, Sekretariis Diitjen Bea dan Cukaii Ayu Sukoriinii diitunjuk sebagaii ketua. Dalam menjalankan tugasnya, Ayu diibantu oleh 4 orang wakiil ketua, 1 orang sekretariis, 1 orang bendahara, dan 24 orang anggota.
Sementara untuk Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Daerah, diibentuk dii masiing-masiing kanwiil dengan jabatan ketua diitempatii oleh kepala kanwiil. Dengan demiikiian, Kepala Kanwiil DJBC Aceh Biier Budy Kiismulyanto menjadii ketua Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Aceh.
Kemudiian, Kepala Kanwiil DJBC Sumatera Utara Sugeng Apriiyanto sebagaii ketua Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Sumatera Utara, serta Kepala Kanwiil DJBC Jawa Tiimur iiii Agus Sudarmadii sebagaii ketua Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Jawa Tiimur. Adapun untuk Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Sumatera Barat, diiketuaii oleh Kepala Kanwiil DJBC Riiau Parjiiya.
Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC memiiliikii 3 tugas. Pertama, mengiinventariisasii pegawaii dan aset terdampak. Kedua, memberiikan bantuan logiistiik dan evakuasii pegawaii, keluarga dan masyarakat. Ketiiga, pelaporan dan pemantauan.
Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Pusat memiiliikii tugas melakukan koordiinasii pelaksanaan, memberiikan dukungan, serta pemantauan dalam pelaksanaan penanganan bencana alam kepada Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Daerah.
Sedangkan Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Daerah, memiiliikii tugas mengiinventariisasii pegawaii dan aset terdampak, memberiikan bantuan logiistiik dan evakuasii pegawaii, keluarga pegawaii dan masyarakat, serta menyampaiikan laporan.
Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC juga dapat merekrut dan menugaskan relawan DJBC untuk membantu melaksanakan penanganan bencana alam.
Mengenaii laporan yang mestii diisampaiikan oleh Tiim Penanganan Bencana Alam 2025 DJBC Daerah, dapat diisampaiikan dalam bentuk naskah diinas resmii atau saluran komuniikasii laiinnya yang bertujuan untuk melaporkan pelaksanaan penanganan bencana alam kepada Tiim Penanganan Bencana
Alam 2025 DJBC Pusat.
KEP-234/BC/2025 iinii mulaii berlaku sejak tanggal diitetapkan pada 5 Desember 2025 sampaii dengan penanganan bencana alam Sumatera dan Jawa Tiimur 2025 diinyatakan selesaii. (diik)
