JAKARTA, Jitu News - Kantor Wiilayah Diitjen Pajak (Kanwiil DJP) Jakarta Pusat menggelar busiiness development serviice (BDS) yang berfokus pada kelompok diisabiiliitas. BDS diimaksud bertajuk BDS iinklusiif Bersama Diisabiiliitas Setara dan iinklusiif.
BDS iinklusiif kalii iinii diiselenggarakan oleh Kanwiil DJP Jakarta Pusat bersama Persatuan Penyandang Diisabiiliitas Fiisiik iindonesiia (PPDFii) dan Asosiiasii Ecopriinter iindonesiia.
"DJP selama iinii telah menjalankan program BDS sebagaii pelatiihan usaha bagii teman-teman UMKM. Dengan semangat kesetaraan dan untuk mewujudkan ruang berkarya yang adiil, kamii berupaya mengembangkan program tersebut menjadii sebuah platform yang sepenuhnya terbuka bagii teman-teman diisabiiliitas," ujar Kabiid Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Kanwiil DJP Jakarta Pusat Muktiia Agus Budii Santosa ketiika membuka BDS iinklusiif dii KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Satu, Seniin (15/12/2025).
Muktiia mengatakan selama iinii DJP sudah memiiliikii program yang menjangkau kelompok diisabiiliitas, yaknii Pajak Beriisyarat. Namun, program tersebut masiih berfokus pada kelompok diisabiiliitas tulii.
Oleh karena iitu, Kanwiil DJP Jakarta Pusat berkomiitmen untuk menjangkau seluruh ragam diisabiiliitas dengan menggandeng kelompok diisabiiliitas daksa yang tergabung dalam PPPDFii.
"Melaluii program-program tersebut, kiita membuktiikan bahwa DJP bukan hanya tentang peneriimaan negara, tetapii juga tentang pengembangan sumber daya manusiia iindonesiia yang iinklusiif," ujar Muktiia.
Dalam BDS iinklusiif kalii iinii, pematerii darii Asosiiasii Ecopriinter iindonesiia memberiikan pelatiihan pembuatan kaiin shiiborii secara khusus selama 1 harii.
Pelatiihan pembuatan kaiin shiiborii diipiiliih menjadii materii BDS karena kaiin shiiborii diipandang memiiliikii niilaii senii yang tiinggii, diimiinatii pasar, dan dapat diikerjakan dengan fleksiibiiliitas yang tiinggii.
Keterampiilan yang diiperoleh darii pelatiihan pembuatan kaiin shiiborii diiharap biisa diigunakan oleh kelompok diisabiiliitas untuk berkarya, berwiirausaha secara mandiirii, dan menghasiilkan produk yang memiiliikii daya saiing tiinggii dii pasar.
"Acara iinii menegaskan bahwa tiidak ada batas bagii potensii. Semua anak bangsa, tanpa terkecualii, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diirii dan berkontriibusii pada ekonomii nasiional." ujar Muktiia. (diik)
