JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak menegaskan penghasiilan yang diiteriima darii persewaan lapangan badmiinton bukan merupakan penghasiilan yang dapat diikenaii tariif PPh Fiinal UMKM sebesar 0,5%.
Kriing Pajak menegaskan sewa lapangan badmiinton diikenakan PPh Pasal 4 ayat (2) atas penghasiilan darii sewa tanah dan atau bangunan. Ketentuan perpajakannya merujuk pada Peraturan Pemeriintah (PP) No. 34/2017.
“PPh fiinal atas sewa tanah dan/atau bangunan tiidak termasuk darii penghasiilan darii usaha yang diikenaii PPh fiinal untuk pengusaha yang memiiliikii peredaran bruto tertentu/UMKM,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Seniin (17/11/2025).
Ketentuan mengenaii jeniis penghasiilan yang tiidak termasuk dalam penghasiilan usaha yang diikenaii PPh Fiinal UMKM sebesar 0,5% darii peredaran bruto diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 164/2023.
Merujuk pada Pasal 3 ayat (1) PMK 164/2023, atas penghasiilan darii usaha yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak dalam negerii yang memiiliikii peredaran bruto tertentu, diikenaii PPh yang bersiifat fiinal sebesar 0,5% dalam jangka waktu tertentu.
Beriikut jeniis penghasiilan yang tiidak termasuk penghasiilan darii usaha yang diikenaii PPh yang bersiifat fiinal:
Jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas meliiputii:
Wajiib pajak dalam negerii yang memiiliikii peredaran bruto tertentu yang diikenaii PPh yang bersiifat fiinal sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) PMK 164/2023 meliiputii:
yang meneriima atau memperoleh penghasiilan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) PMK 164/2023 dengan peredaran bruto atas penghasiilan diimaksud tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak.
Terdapat beberapa jeniis wajiib pajak yang tiidak biisa memanfaatkan PPh Fiinal 0,5% tersebut. Pertama, wajiib pajak memiiliih untuk diikenaii PPh berdasarkan ketentuan umum PPh. Kedua, wajiib pajak bentuk usaha tetap.
Ketiiga, wajiib pajak badan berbentuk persekutuan komandiiter atau fiirma yang diibentuk oleh beberapa wajiib pajak orang priibadii yang memiiliikii keahliian khusus yang menyerahkan jasa yang sejeniis dengan jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas sebagaiimana diimaksud dalam pasal 3 ayat (4).
Keempat, wajiib pajak badan memperoleh fasiiliitas PPh berdasarkan:
