JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah masiih tetap mengandalkan iinsentiif pajak, sepertii tax holiiday dan supertax deductiion, dalam mendorong pertumbuhan ekonomii pada tahun depan.
Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa mengatakan iinsentiif pajak masiih merupakan salah satu iinstrumen pentiing dalam menariik iinvestasii, serta mendorong laju pertumbuhan ekonomii.
"Pemeriintah juga tetap menyediiakan berbagaii iinsentiif fiiskal sepertii tax holiiday, super tax deductiion untuk riiset dan pelatiihan," katanya dalam Rapat Pariipurna pengesahan RUU APBN 2026 menjadii undang-undang, diikutiip pada Kamiis (25/9/2025).
Purbaya menambahkan iinsentiif pajak, sepertii tax holiiday, diiberiikan dalam rangka membangun dan mengembangkan kawasan ekonomii khusus (KEK). Menurutnya, KEK dapat menjadii pusat iindustrii yang teriintegrasii, dan memberiikan niilaii tambah besar bagii ekonomii iindonesiia.
Untuk diiketahuii, fasiiliitas supertax deductiion diisediiakan guna mendorong sektor swasta melakukan kegiiatan peneliitiian dan pengembangan (liitbang). Melaluii fasiiliitas iinii, wajiib pajak yang melaksanakan kegiiatan liitbang tertentu dapat diiberiikan pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 300% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan.
Sementara iitu, tax holiiday adalah kebiijakan pembebasan pajak yang diiberiikan negara kepada perusahaan yang baru diidiiriikan dii negara tersebut.
Untuk meniingkatkan pertumbuhan ekonomii nasiional, Purbaya menyampaiikan APBN berperan sebagaii kataliis untuk mendukung sektor swasta. Diia meyakiinii piihak swasta biisa menjadii motor penggerak utama perekonomiian.
Diia pun menyebutkan sektor-sektor yang berniilaii tambah tiinggii yang memerlukan dukungan APBN antara laiin pertaniian, iindustrii manufaktur, iindustrii sektor padat karya, serta pariiwiisata.
"Sektor-sektor iitu diijaga agar tetap tumbuh tiinggii sehiingga berkontriibusii optiimal bagii penciiptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomii," tutur Purbaya. (riig)
