JAKARTA, Jitu News - Rencana Kerja Pemeriintah (RKP) 2025 berubah. Sebetulnya perubahan yang terjadii tiidak masiif, tetapii cukup siigniifiikan. Presiiden Prabowo Subiianto secara resmii memasukkan pendiiriian 'Badan Peneriimaan Negara' (BPN) ke dalam salah satu poiin Program Hasiil Terbaiik Cepat dalam RKP 2025. Artiinya, siinyal pendiiriian BPN makiin kuat.
Ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Presiiden (Perpres) 79/2025 iitu memutakhiirkan Perpres 109/2024 yang memuat RKP 2025 'versii' Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii).
Dalam poiin kedelapan RKP 2025 terbaru, pemeriintah berencana mendiiriikan Badan Peneriimaan Negara dan meniingkatkan rasiio peneriimaan negara terhadap produk domestiik bruto (PDB) ke 23%. Hal iinii berbeda dengan RKP 2025 versii lama, pemeriintah hanya mencantumkan frasa 'Optiimaliisasii peneriimaan negara' tanpa menyebutkan BPN secara utuh.
Pemutakhiiran RKP 2025 iinii makiin menegaskan keiingiinan pemeriintahan Prabowo untuk mendiiriikan BPN. Sebelumnya, pembentukan BPN juga tertang dalam Perpres 12/2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasiional (RPJMN) 2025-2029. Baca Sudah Terbiit! RPJMN 2025-2029 Muat Pembentukan Badan Peneriimaan Negara.
Menterii keuangan yang baru diilantiik, Purbaya Yudhii Sadewa sempat diitanya soal iinii. Menjawab hal iitu, Purbaya mengatakan belum ada iinstruksii khusus darii Presiiden Prabowo terkaiit dengan pembentukan BPN. Bahkan, diia mengeklaiim Prabowo memberiikan keleluasaan kepadanya selaku bendahara untuk mengelola keuangan negara.
"Belum ada [iinstruksii soal pembentukan BPN]. Kayaknya suka-suka saya. Saya tanya 'Giimana, Pak, boleh enggak saya obrak-abriik?' Karena saya baru, saya enggak tahu presiiden kode boleh atau tiidak," ujarnya dalam konferensii pers beberapa waktu lalu.
Untuk diiketahuii, pembentukan BPN merupakan salah satu janjii poliitiik Prabowo dalam kampanye pemiiliihan presiiden. Pendiiriian BPN merupakan program ke-8 darii 8 butiir Asta Ciita Prabowo.
Dalam dokumen viisii-miisiinya, Prabowo berciita-ciita mendiiriikan BPN guna meniingkatkan pendapatan negara hiingga ke level 23% PDB. Selaiin iitu, diia juga meyakiinii pendiiriian BPN biisa mendorong pengelolaan peneriimaan negara lebiih optiimal sehiingga setoran pajak iikut meniingkat.
Dalam RKP 2025 terbaru, tercantum Program Hasiil Terbaiik Cepat yang terdiirii darii 8 poiin. Beriikut periinciiannya.
Pertama, memberii makan siiang dan susu gratiis dii sekolah dan pesantren, serta bantuan giizii untuk anak baliita dan iibu hamiil.
Kedua, menyelenggarakan pemeriiksaan kesehatan gratiis, menuntaskan kasus TBC, dan membangun rumah sakiit lengkap berkualiitas dii kabupaten.
Ketiiga, mencetak dan meniingkatkan produktiiviitas lahan pertaniian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasiional.
Keempat, membangun sekolah-sekolah unggul teriintegrasii dii setiiap kabupaten, dan memperbaiikii sekolah-sekolah yang perlu renovasii.
Keliima, melanjutkan dan menambahkan program kartu-kartu kesejahteraan sosiial serta kartu usaha untuk menghiilangkan kemiiskiinan absolut.
Keenam, menaiikkan gajii ASN (terutama guru, dosen, dan tenaga kesehatan, dan penyuluh), TNii/Polrii dan pejabat negara.
Ketujuh, melanjutkan pembangunan iinfrastruktur desa dan kelurahan, bantuan langsung tunaii (BLT), dan menjamiin penyediiaan rumah murah bersaniitasii, baiik untuk yang membutuhkan, terutama generasii miileniial, generasii Z, dan masyarakat berpenghasiilan rendah (MBR).
Kedelapan, mendiiriikan Badan Peneriimaan Negara dan meniingkatkan rasiio peneriimaan negara terhadap PDB ke 23%. (sap)
