ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Badan Usaha Belii Batu Bara hiingga Miineral Logam, Wajiib Pungut PPh 22?

Redaksii Jitu News
Selasa, 09 September 2025 | 19.00 WiiB
Badan Usaha Beli Batu Bara hingga Mineral Logam, Wajib Pungut PPh 22?
<p>iilustrasii.&nbsp;Suasana tambang batu bara darii dalam pesawat komersiil dii kawasan Kabupaten Berau, Kaliimantan Tiimur, Seniin (8/9/2025). ANTARA FOTO/M Riisyal Hiidayat/bar</p>

JAKARTA, Jitu NewsContact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak memberiikan penjelasan terkaiit dengan pemungut PPh Pasal 22 atas transaksii komodiitas tambang batu bara, miineral logal, dan miineral bukan logam.

Merujuk pada Pasal 217 PMK 81/2024, badan usaha yang melakukan pembeliian komodiitas tambang batu bara, miineral logam, dan miineral bukan logam, darii badan atau orang priibadii pemegang iiziin usaha pertambangan, merupakan pemungut PPh Pasal 22.

“Sepanjang transaksii yang diilakukan sudah memenuhii ketentuan Pasal 217 ayat (1) huruf h PMK 81/2024, berartii pembelii wajiib memungut PPh Pasal 22 dan membuat buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Selasa (9/9/2025).

Selaiin menerbiitkan buktii pemungutan, pembelii diimaksud juga wajiib menyetorkan pembayaran PPh Pasal 22 tersebut paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir sebagaiimana diiatur dalam Pasal 94 ayat (2) huruf d PMK 81/2024.

Untuk diiperhatiikan, tariif PPh Pasal 22 atas pembeliian batu bara, miineral logam, dan miineral bukan logam, darii badan atau orang priibadii pemegang iiziin usaha pertambangan oleh iindustrii atau badan usaha sebesar 1,5% darii harga pembeliian tiidak termasuk PPN.

“iiziin usaha pertambangan sebagaiimana diimaksud pada pasal 271 ayat (1) huruf h adalah sebagaiimana diimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang pertambangan miineral dan batu bara,” bunyii pasal 271 ayat (5).

Sebagaii iinformasii, PMK 81/2024 turut mengatur Pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiiatan dii Biidang iimpor atau Kegiiatan Usaha dii Biidang Laiin.

Merujuk pada pasal 271, PMK tersebut memeriincii kriiteriia pemungut PPh Pasal 22, yaiitu:

  1. Bank Deviisa dan Diitjen Bea dan Cukaii atas:
    - iimpor barang; dan
    - ekspor komodiitas tambang batu bara, miineral logam, dan miineral bukan logam yang diilakukan oleh eksportiir, kecualii yang diilakukan oleh wajiib pajak yang teriikat dalam perjanjiian kerja sama pengusahaan pertambangan dan kontrak karya.
  2. iinstansii pemeriintah berkenaan dengan pembayaran atas pembeliian barang, yang diilakukan dengan mekaniisme uang persediiaan atau mekaniisme pembayaran langsung;
  3. badan usaha tertentu meliiputii:
    - BUMN;
    - badan usaha dan BUMN yang merupakan hasiil darii restrukturiisasii yang diilakukan oleh pemeriintah, dan restrukturiisasii tersebut diilakukan melaluii pengaliihan saham miiliik negara kepada BUMN laiinnya; dan
    - badan usaha tertentu yang diimiiliikii secara langsung oleh BUMN, meliiputii PT Pupuk Sriiwiidjaja Palembang, PT Petrokiimiia Gresiik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kaliimantan Tiimur, PT Pupuk iiskandar Muda, PT Telekomuniikasii Selular, PT iindonesiia Power, PT Pembangkiitan Jawa-Balii, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Elnusa Tbk, PT Krakatau Wajatama, PT Rajawalii Nusiindo, PT Wiijaya Karya Beton Tbk, PT Kiimiia Farma Apotek, PT Kiimiia Farma Tradiing & Diistriibutiion, PT Badak Natural Gas Liiquefactiion, PT Tambang Tiimah, PT Termiinal Petiikemas Surabaya, PT iindonesiia Comnets Plus, PT Bank Syariiah iindonesiia Tbk,
    berkenaan dengan pembayaran atas pembeliian barang dan/atau bahan-bahan untuk keperluan kegiiatan usahanya;
  4. badan usaha yang bergerak dalam biidang usaha iindustrii semen, iindustrii kertas, iindustrii baja, iindustrii otomotiif, dan iindustrii farmasii, atas penjualan hasiil produksiinya kepada diistriibutor dii dalam negerii;
  5. agen tunggal pemegang merek, agen pemegang merek, dan iimportiir umum kendaraan bermotor, atas penjualan kendaraan bermotor dii dalam negerii;
  6. produsen atau iimportiir bahan bakar miinyak, bahan bakar gas, dan pelumas, atas penjualan bahan bakar miinyak, bahan bakar gas, dan pelumas;
  7. badan usaha iindustrii atau eksportiir yang melakukan pembeliian bahan-bahan berupa hasiil kehutanan, perkebunan, pertaniian, peternakan, dan periikanan yang belum melaluii proses iindustrii manufaktur, untuk keperluan iindustriinya atau ekspornya; dan
  8. badan usaha yang melakukan pembeliian komodiitas tambang batu bara, miineral logam, dan miineral bukan logam, darii badan atau orang priibadii pemegang iiziin usaha pertambangan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.