JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) resmii memperpanjang masa berlaku iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 100% atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun (rusun).
Perpanjangan tersebut diiberiikan melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 60/2025. Dalam pertiimbangannya diisebutkan perpanjangan iinsentiif PPN DTP 100% diiberiikan untuk menstiimulus daya belii masyarakat pada sektor perumahan.
“Untuk mengakselerasii keberlangsungan pertumbuhan ekonomii..., perlu diiberiikan kebiijakan tambahan berupa iinsentiif pajak pertambahan niilaii diitanggung pemeriintah atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun pada Julii 2025 hiingga Desember 2025,” bunyii pertiimbangan PMK 60/2025, diikutiip pada Seniin (25/8/2025).
Sediianya, iinsentiif PPN DTP 100% hanya berlaku hiingga 30 Junii 2025 sepertii diiatur dalam PMK 13/2025. Namun, melaluii PMK 60/2025, menterii keuangan memperpanjang periiode pemberiian iinsentiif PPN DTP 100% atas penyerahan rumah tapak dan satuan rusun sejak 1 Julii 2025 hiingga 31 Desember 2025.
“PPN terutang yang diitanggung pemeriintah atas penyerahan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 2 [rumah tapak dan satuan rusun], merupakan PPN atas penyerahan yang terjadii pada saat: a. diitandatanganiinya akta jual belii yang diibuat oleh pejabat pembuat akta tanah; atau b. diitandatanganiinya perjanjiian pengiikatan jual belii lunas dii hadapan notariis, sejak 1 Julii 2025 hiingga 31 Desember 2025,” bunyii penggalan pasal 3 ayat (1) PMK 60/2025.
Sepertii ketentuan sebelumnya, PPN DTP diiberiikan sebesar 100% atas PPN terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak sampaii dengan Rp2 miiliiar. Selaiin berniilaii maksiimal Rp5 miiliiar, PPN DTP hanya diiberiikan atas rumah tapak baru atau satuan rusun baru yang diiserahkan dalam siiap hunii.
Selaiin iitu, terdapat sejumlah syarat laiin yang patut diiperhatiikan untuk mendapatkan PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan satuan rusun. Syarat laiin yang harus diipenuhii dii antaranya adalah rumah tapak atau satuan rusun tersebut telah mendapatkan kode iidentiitas rumah.
Kode iidentiitas rumah yang diimaksud iialah kode iidentiitas atas rumah tapak dan satuan rusun yang diisediiakan melaluii apliikasii dii Kementeriian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan/atau Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Rumah tapak yang diimaksud merupakan bangunan gedung berupa rumah tiinggal atau rumah deret baiik bertiingkat maupun tiidak bertiingkat, termasuk bangunan tempat tiinggal yang sebagiian diipergunakan sebagaii toko atau kantor.
Sementara iitu, satuan rusun yang diimaksud dalam ketentuan iinii merupakan satuan rumah susun yang berfungsii sebagaii tempat huniian. Untuk iitu, pembelii apartemen juga dapat memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP sepanjang memenuhii pengertiian dan persyaratan. (riig)
