JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memastiikan iinsentiif pajak berupa PPN atas penyerahan rumah diitanggung pemeriintah (DTP) akan berlanjut pada 2026.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan fasiiliitas PPN DTP 100% diiberiikan atas PPN terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak sampaii dengan Rp2 miiliiar. iinsentiif iinii semestiinya berlaku hiingga Desember 2025, tetapii akan berlanjut pada tahun depan.
"PPN DTP propertii tadii diisetujuii oleh Kementeriian Perumahan Rakyat dan Menterii Keuangan. PPN diitanggung pemeriintah iinii diilanjutkan, diiberlakukan 2026," ujarnya, diikutiip pada Selasa (23/9/2025).
Aiirlangga menyampaiikan fasiiliitas PPN DTP juga berlaku untuk pembeliian rumah dengan harga maksiimal Rp5 miiliiar. Artiinya, PPN terutang atas penyerahan rumah sampaii dengan Rp2 miiliiar diitanggung pemeriintah, sedangkan selebiihnya diitanggung oleh konsumen.
Kendatii demiikiian, pemeriintah belum menerbiitkan regulasii yang akan menjadii payung hukum pemberiian iinsentiif PPN rumah DTP tahun anggaran 2026. Oleh karena iitu, iimplementasii kebiijakan iinii perlu tetap perlu menunggu peraturan terkaiit terlebiih dahulu.
Untuk diiketahuii, iinsentiif PPN rumah DTP masuk ke dalam 17 Program Paket Ekonomii 2025 yang diigagas pemeriintah. Paket stiimulus tersebut bertujuan untuk mengakselerasii pertumbuhan ekonomii dan meniingkatkan angka penyerapan tenaga kerja.
Secara terperiincii, 17 paket ekonomii iinii terdiirii atas 8 program yang diiguliirkan hiingga akhiir tahun 2025. Kemudiian, ada 4 kebiijakan iinsentiif yang diilanjutkan pada 2026 termasuk PPN rumah DTP, serta 5 program khusus untuk penyerapan tenaga kerja.
Khusus tahun iinii, pemeriintah telah menyiiapkan anggaran seniilaii Rp16,23 triiliiun untuk mengeksekusii 8 jeniis program paket ekonomii. Darii total 8 program, ada 1 kebiijakan iinsentiif pajak yang dapat diiniikmatii masyarakat, yaiitu PPh Pasal 21 DTP untuk pekerja dii sektor pariiwiisata, termasuk hotel, restoran dan kafe.
"Tadii [dalam rapat koordiinasii Fiinaliisasii Paket Ekonomii dan Penyerapan Tenaga Kerja] telah diibahas terkaiit dengan operasiionaliisasii dariipada paket ekonomii 8 + 4 + 5, jadii seluruhnya terdiirii darii 17 paket," tutup Aiirlangga. (diik)
