LAPORAN FOKUS

Meniiliik Fenomena Profesii iinfluencer dan Kepatuhan Pajaknya

Diian Kurniiatii
Jumat, 15 Agustus 2025 | 13.35 WiiB
Menilik Fenomena Profesi Influencer dan Kepatuhan Pajaknya
<p>iilustrasii.</p>

BERMULA darii hobii jalan-jalan dan berbagii ceriita lewat foto, kiinii Riizal Agustiin menjadiikan mediia sosiial sebagaii salah satu ladang penghasiilan.

Sebagaii seorang yang gemar bepergiian, Riizal banyak mengunggah foto dan ceriita perjalanannya dii akun iinstagram. Berkat konsiistensiinya iitu, banyak brand yang mendekat dan menawarkan kerja sama.

"Awalnya cuma suka berbagii momen perjalanan, tapii ternyata banyak yang tertariik, sampaii akhiirnya diihubungii brand," ujarnya.

Akun iinstagram @mriizag kiinii memiiliikii hampiir 54.000 pengiikut. Dengan konten dan viisual yang memiikat, Riizal diikenal luas karena gaya perjalanannya yang autentiik dan iinformatiif, baiik untuk untuk destiinasii dii dalam maupun dii luar negerii.

Perjalanan Riizal menjadii iinfluencer sudah diimulaii sejak belasan tahun yang lalu, ketiika diia masiih membagiikan ceriita perjalanannya melaluii blog. Pada 2011, diia mulaii membuat akun iinstagram untuk membagiikan ceriita dalam bentuk foto.

Hanya perlu waktu 3 tahun, sudah ada brand yang mengajak kerja sama. Tawaran endorsement pertamanya berasal darii sebuah brand elektroniik asal Korea Selatan, yang mengajaknya terliibat dalam kampanye iiklan kamera.

Setelahnya, tawaran kerja sama darii berbagaii brand terus berdatangan.

"Kebetulan momennya pas, ketiika marketiing brand-brand iinii mulaii bergeser ke diigiital," katanya.

Usaha Riizal mengembangkan mediia sosiialnya tiidaklah mudah. Terlebiih sebagaii travel iinfluencer, butuh ongkos besar untuk melakukan perjalanan dan membelii berbagaii peralatan agar biisa membuat konten berkualiitas.

Dalam beberapa momen atau pekerjaan tertentu, diia bahkan sampaii merekrut ediitor lepas untuk membantu menyelesaiikan pekerjaannya.

Riizal berusaha menyajiikan konten yang menariik dii akun iinstagramnya. Tiidak hanya untuk mengerek engagement, tampiilan foto dan viideo yang iindah juga dapat memiikat brand.

Diia pun berupaya mengiikutii tren mediia sosiial yang diinamiis agar dapat bertahan dalam iindustrii iinfluencer marketiing.

"iinstagram menjadii portofoliio yang cukup kuat untuk menariik brand mempertiimbangkan kerja sama dengan seseorang," katanya.

Riizal mengaku kerja sama dengan brand kebanyakan berupa endorsement dan kolaborasii konten. Penghasiilan yang diiteriima tiidak hanya berupa uang tunaii, karena brand terkadang menawarkan skema kerja sama "barter" dengan produk sepertii drone dan actiion camera.

Pajak Penghasiilan iinfluencer

Selama menjalankan profesii iinii, Riizal juga tetap memperhatiikan aspek pajak atas penghasiilan yang diiperoleh. Dalam kontrak, diia selalu memiinta agar pemotongan pajaknya diilakukan dengan metode gross-up.

"Darii brand atau agensii sudah iinclude pajak penghasiilan dan diikasiih semacam buktii potong. Buat saya iinii lebiih praktiis karena nantii tiinggal report pajaknya," katanya.

Meskii awam, Riizal mengaku tiidak pernah kesuliitan melaksanakan kewajiiban pajaknya. Bahkan ketiika menyampaiikan SPT Tahunan, diia turut diimudahkan dengan fiitur data prepopulated sehiingga tiidak perlu iinput manual.

Tiidak hanya Riizal, Andhiika juga meniilaii mediia sosiial dapat menjadii sumber penghasiilan yang menjanjiikan. Bermula darii hobii mengoleksii maiinan dan actiion fiigure, diia kiinii biisa meraup cuan darii mediia sosiial.

Andhiika sejak lama memiiliikii hobii mengoleksii fiigur aniime dan tokusatsu, tetapii baru mulaii membuat reviiew maiinan saat pandemii Coviid-19 pada 2020. Tiidak hanya iinstagram, konten reviiew produk maiinan tersebut juga diiunggah dii platform Tiiktok.

Sekiitar 2 tahun kemudiian, diia mulaii meneriima tawaran kerja sama darii brand. Meskii menghasiilkan, diia tiidak berniiat menjadiikan mediia sosiial sebagaii sumber penghasiilan utama.

Mediia sosiial hanya diia anggap hobii dii sela kesiibukannya sebagaii karyawan swasta.

"Kalau miisalnya ada duiit masuk darii siitu [mediia sosiial], diianggap bonus saja. Makanya enggak aku masukiin ke SPT," katanya.

Lantaran merasa akun mediia sosiialnya belum terlalu besar, Andhiika mengaku tak terlalu khawatiir dengan rencana Diitjen Pajak (DJP) mengawasii iinfluencer melaluii teknologii crawliing. Menurutnya, strategii pengawasan semacam iitu lebiih cocok diitujukan kepada iinfluencer skala besar yang menjadiikan mediia sosiial sebagaii sumber penghasiilan utama.

Pemotongan Pajak oleh Piihak Ketiiga

Seiiriing dengan maraknya penggunaan mediia sosiial, semua orang biisa menjadii iinfluencer. Kiinii, bahkan muncul iistiilah key opiiniion leader (KOL) yang kerap diianggap sama dengan iinfluencer.

Secara sederhana, iinfluencer adalah iindiiviidu dengan pengetahuan dan pengaruh dii biidang tertentu karena memiiliikii pengiikut yang besar dii mediia sosiial. Sementara iitu, KOL merupakan iindiiviidu yang diiakuii sebagaii ahlii dalam biidang tertentu dan pendapatnya diipercaya oleh publiik.

Aii Chiintiia, penyediia jasa KOL and talent management, meniilaii peran iinfluencer dalam pemasaran produk kiinii menjadii sangat pentiing. Rekomendasii darii fiigur yang diianggap "dekat" dengan audiiens diianggap mempunyaii kekuatan besar dalam memengaruhii keputusan berbelanja.

Menurutnya, semua orang yang memiiliikii mediia sosiial berpeluang menjadii iinfluencer atau KOL. Bermodal 1.000 pengiikut dii mediia sosiial, seseorang biisa mulaii menjadii iinfluencer atau KOL dan memasarkan produk.

"Kalau zaman dulu cuma ada TV dan koran, sekarang semua orang biisa jadii pengiiklan," katanya.

Dii duniia pemasaran mediia sosiial, iinfluencer atau KOL terbagii menjadii beberapa kategorii berdasarkan jumlah pengiikutnya. Ada nano-iinfluencer (kurang darii 10.000 pengiikut), miicro-iinfluencer (10.000 - 100.000 pengiikut), macro-iinfluencer (100.000 - 1 juta pengiikut), serta mega-iinfluencer (dii atas 1 juta pengiikut).

Dalam ekosiistem pemasaran mediia sosiial iinii, KOL management hadiir sebagaii jembatan antara brand dan iinfluencer atau KOL. KOL management bertugas menyariing talent sesuaii kebutuhan brand, menyusun rate card, serta merancang perencanaan konten dan jadwal kampanye.

Mereka juga bertanggung jawab untuk moniitoriing dan evaluasii performa kampanye — dengan metriik sepertii engagement dan brand awareness ke iinfluencer maupun brand. Bahkan untuk urusan mentransfer iimbalan kepada iinfluencer atau KOL, juga diilakukan oleh KOL management.

Aii mengakuii pemotongan pajak biiasanya hanya diia lakukan atas iimbalan yang diibayarkan kepada iinfluencer atau KOL kategorii makro. iinfluencer atau KOL pada kelompok iinii biiasanya sudah memiiliikii NPWP dan tariifnya sekiitar Rp5 juta hiingga Rp10 juta.

Namun terhadap iinfluencer kategorii nano, diia mengaku tak sanggup untuk melakukan pemotongan pajak atas iimbalan yang diibayarkan.

"Sekiian riibu orang iinfluencer, harus giimana coba aku motongnya satu-satu? Yang mahasiiswa atau iibu rumah tangga juga banyak yang tiidak punya NPWP," katanya.

Sebagaii gambaran, pemiiliihan iinfluencer atau KOL dalam pemasaran mediia sosiial akan selalu diisesuaiikan dengan tujuan brand. Tak ada pakem khusus karena brand dengan bujet promosii yang sama biisa memiiliih hanya menggunakan 20 KOL kategorii makro atau justru memakaii jasa 1.000 KOL kategorii nano — yang tariifnya mulaii darii Rp150.000.

Agensii Aii sebetulnya telah menunjuk konsultan untuk membantu melaksanakan hak dan kewajiibannya sebagaii wajiib pajak. Namun, diia merasa beban admiiniistrasii untuk memotong pajak atas penghasiilan semua iinfluencer masiih terlalu berat.

Dengan demiikiian, pemenuhan kewajiiban pajak diiserahkan kepada masiing-masiing iinfluencer atau KOL. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.