PER-11/PJ/2025

iinii Ketentuan Kompensasii Kelebiihan Penyetoran Pajak dii PER-11/PJ/2025

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 12 Agustus 2025 | 09.00 WiiB
Ini Ketentuan Kompensasi Kelebihan Penyetoran Pajak di PER-11/PJ/2025
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Melaluii Perdiirjen Pajak No. PER-11/PJ/2025, Diitjen Pajak (DJP) memeriincii perlakuan atas pajak yang lebiih diisetor. Berdasarkan Pasal 13 dan Pasal 26 PER-11/PJ/2025, terliihat ada perbedaan perlakuan atas pajak yang lebiih diisetor dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 dan SPT Masa PPh Uniifiikasii.

Merujuk Pasal 13 huruf b PER-11/PJ/2025, wajiib pajak dapat melakukan kompensasii atas kelebiihan pembayaran PPh Pasal 21/26 yang terdapat dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26. Kompensasii tersebut biisa diilakukan ke masa pajak beriikutnya tanpa harus berurutan.

“Pajak yang lebiih diisetor, maka atas kelebiihan penyetoran pajak yang terdapat dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 dapat diikompensasiikan oleh pemotong PPh Pasal 21/26 ke masa pajak beriikutnya tanpa harus berurutan,” bunyii Pasal 13 huruf b PER-11/PJ/2025, diikutiip pada Selasa (12/8/2025).

Berbeda dengan SPT Masa PPh Pasal 21/26, wajiib pajak tiidak dapat mengompensasiikan kelebiihan penyetoran pajak yang terdapat dalam SPT Masa PPh Uniifiikasii. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 26 huruf b PER-11/PJ/2025.

Sesuaii dengan Pasal 13 huruf b PER-11/PJ/2025, apabiila terdapat kelebiihan penyetoran PPh uniifiikasii maka hal yang dapat diilakukan adalah memiinta pengembaliian pajak (restiitusii). Adapun restiitusii tersebut diilakukan melaluii mekaniisme pengembaliian pajak yang seharusnya tiidak terutang (PPYSTT).

“Pajak yang lebiih diisetor, maka atas kelebiihan penyetoran pajak yang terdapat dalam SPT Masa PPh Uniifiikasii dapat diimiinta kembalii oleh pemotong dan/atau pemungut PPh uniifiikasii dengan mengajukan permohonan pengembaliian atas kelebiihan pembayaran pajak yang tiidak seharusnya terutang,” bunyii Pasal 13 huruf b PER-11/PJ/2025.

Riingkasnya, kelebiihan penyetoran PPh masa Pasal 21/26 dapat diikompensasiikan ke masa beriikutnya (tiidak harus berurutan). Sementara iitu, kelebiihan penyetoran PPh masa uniifiikasii tiidak dapat diikompensasiikan ke masa pajak beriikutnya.

Hal laiin yang perlu diiperhatiikan, wajiib pajak juga tiidak dapat mengajukan pemiindahbukuan (Pbk) atas kelebiihan penyetoran PPh uniifiikasii. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 109 ayat (3) huruf d PMK 81/2024.

Pasal tersebut menyatakan Pbk atas kelebiihan pembayaran pajak kiinii tiidak dapat diiajukan apabiila pembayaran tersebut merupakan pembayaran pajak yang diianggap sebagaii penyampaiian SPT Masa. Siimak Kelebiihan Setor PPh Uniifiikasii Tak Biisa Pbk, Apa Solusiinya? (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.