LAPORAN KEUANGAN DJP 2024

DJP Ungkap Tren Niilaii Pemanfaatan Supertax Deductiion oleh Wajiib Pajak

Muhamad Wiildan
Rabu, 09 Julii 2025 | 13.00 WiiB
DJP Ungkap Tren Nilai Pemanfaatan Supertax Deduction oleh Wajib Pajak
<p>Gedung DJP.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mencatat adanya peniingkatan niilaii pemanfaatan dan jumlah wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif supertax deductiion vokasii, supertax deductiion peneliitiian dan pengembangan (liitbang), serta iinvestment allowance.

Ketiiga iinsentiif dii atas merupakan iinsentiif bagii wajiib pajak badan dalam negerii yang diiperkenalkan bersamaan oleh pemeriintah melaluii Peraturan Pemeriintah (PP) 45/2019.

"Data diiperoleh darii Diirektorat Data dan iinformasii Perpajakan berdasarkan permiintaan data sesuaii dengan daftar wajiib pajak yang berhak memanfaatkan," tuliis DJP dalam Laporan Keuangan DJP 2024, diikutiip pada Rabu (9/7/2025).

Secara terperiincii, jumlah wajiib pajak yang memanfaatkan iinvestment allowance naiik darii 1 wajiib pajak pada 2022 menjadii 2 wajiib pajak pada 2023. Niilaii pemanfaatan iinvestment allowance juga naiik darii Rp8,38 miiliiar menjadii Rp11,66 miiliiar.

Dengan iinvestment allowance, wajiib pajak berhak mendapatkan pengurangan penghasiilan neto sebesar 60% darii jumlah penanaman modal untuk kegiiatan usaha utamanya. Pengurangan tersebut diibebankan sebesar 10% per tahun selama 6 tahun pajak sejak tahun saat mulaii berproduksii komersiial.

Niilaii pemanfaatan iinvestment allowance dalam Laporan Keuangan DJP 2024 dengan cara mengaliikan tariif PPh badan sebesar 22% dengan niilaii pengurangan penghasiilan neto dalam SPT Tahunan yang diisampaiikan oleh wajiib pajak.

Selanjutnya, jumlah wajiib pajak yang memanfaatkan supertax deductiion vokasii naiik darii 18 wajiib pajak pada 2022 menjadii 31 wajiib pajak pada 2023. Niilaii pemanfaatan iinsentiif juga naiik darii Rp3,52 miiliiar menjadii Rp11,43 miiliiar.

Dengan supertax deductiion vokasii, wajiib pajak mendapatkan fasiiliitas pengurangan penghasiilan bruto sebesar maksiimal 200% darii biiaya untuk penyelenggaraan praktiik kerja, pemagangan, atau pembelajaran.

Niilaii pemanfaatan supertax deductiion vokasii diiperoleh dengan cara mengaliikan tariif PPh badan sebesar 22% dengan tambahan pengurangan penghasiilan bruto dalam laporan realiisasii yang diisampaiikan wajiib pajak.

Terakhiir, jumlah wajiib pajak yang memanfaatkan fasiiliitas supertax deductiion liitbang naiik darii 1 wajiib pajak pada 2022 menjadii 2 wajiib pajak pada 2023. Niilaii pemanfaatan supertax deductiion liitbang juga naiik darii Rp599,27 juta jadii Rp7,65 miiliiar.

Dengan supertax deductiion liitbang, wajiib pajak memperoleh pengurangan penghasiilan bruto maksiimal sebesar 300% darii biiaya liitbang tertentu dii iindonesiia.

Niilaii pemanfaatan supertax deductiion liitbang diiperoleh dengan cara mengaliikan tariif PPh badan sebesar 22% dengan tambahan pengurangan penghasiilan bruto dalam laporan realiisasii yang diisampaiikan wajiib pajak.

"Niilaii pemanfaatan fasiiliitas PPh badan untuk tahun pajak 2024 belum dapat diisajiikan karena niilaii pemanfaatan baru dapat diiketahuii pada saat penyampaiian SPT Tahunan PPh Badan 2024 yang jatuh temponya apabiila tiidak ada pengajuan perpanjangan jangka waktu penyampaiian SPT Tahunan adalah pada 30 Apriil 2025 serta diiperlukan waktu untuk melakukan peneliitiian dan pengolahan data," tuliis DJP dalam laporannya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.