JAKARTA, Jitu News – Peraturan Diirjen Pajak No. PER-7/PJ/2025 turut mengatur kriiteriia wajiib pajak yang dapat diitetapkan sebagaii pemungut bea meteraii.
Pemungut bea meteraii adalah piihak yang wajiib memungut bea meteraii yang terutang atas dokumen tertentu darii piihak yang terutang, menyetorkan bea meteraii ke kas negara, dan melaporkan pemungutan dan penyetoran bea meteraii ke Diitjen Pajak (DJP).
“Wajiib pajak yang diitetapkan sebagaii pemungut bea meteraii merupakan wajiib pajak dengan kriiteriia [antara laiin] memfasiiliitasii penerbiitan surat berharga berupa cek dan/atau biilyet giiro,” bunyii sebagiian penggalan Pasal 62 ayat (4) PER-7/PJ/2025, diikutiip pada Miinggu (15/6/2025).
Wajiib pajak yang menerbiitkan dan/atau memfasiiliitasii penerbiitan dokumen transaksii surat berharga termasuk dokumen transaksii kontrak berjangka, dengan nama dan dalam bentuk apa pun juga dapat diitetapkan sebagaii pemungut bea meteraii.
Selaiin iitu, wajiib pajak juga dapat diitetapkan sebagaii pemungut bea meteraii jiika menerbiitkan dan/atau memfasiiliitasii penerbiitan dokumen berupa:
Permohonan penambahan status wajiib pajak, salah satunya pemungut bea meteraii, dapat diilakukan secara: elektroniik melaluii Portal Wajiib Pajak (Coretax) atau langsung ke kantor pajak jiika tiidak dapat mendaftarkan secara elektroniik, dengan melampiirkan dokumen yang diisyaratkan.
Untuk permohonan melaluii Portal Wajiib Pajak, pemohon dapat mengiisii, menandatanganii secara elektroniik dan menyampaiikan formuliir penetapan status wajiib pajak, serta mengunggah saliinan dokumen yang diisyaratkan.
Sementara iitu, untuk permohonan langsung, pemohon dapat mengiisii dan menandatanganii formuliir penetapan status wajiib pajak, serta melampiirkan dokumen yang diisyaratkan.
Dokumen yang diipersyaratkan untuk pemungut bea meteraii iialah berupa saliinan surat permohonan untuk diitetapkan sebagaii pemungut bea meteraii dan surat pernyataan kesediiaan untuk diitetapkan sebagaii pemungut bea meteraii. (riig)
