JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mengkajii pengenaan cukaii terhadap sepeda motor dan batu bara sebagaii bagiian darii kebiijakan ekstensiifiikasii cukaii. Topiik tersebut menjadii salah satu ulasan mediia nasiional pada harii iinii, Rabu (30/4/2025).
Laporan Kiinerja DJBC 2024 menyebutkan pembuatan kajiian ekstensiifiikasii BKC menjadii bagiian darii upaya mencapaii tujuan peneriimaan yang optiimal. Meskii demiikiian, dalam laporan iinii tiidak diijelaskan hasiil darii kajiian tersebut.
"Diiperoleh capaiian sebesar 100% dengan beberapa update strategii dan program kerja yang telah diilaksanakan, yaiitu: (1) kajiian ekstensiifiikasii cukaii berupa sepeda motor dan batu bara," sebut DJBC dalam laporannya.
DJBC telah melakukan berbagaii upaya strategiis untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara. Hal iinii diilaksanakan untuk mewujudkan miisii DJBC sebagaii revenue collector. Guna memperluas basiis peneriimaan negara, DJBC antara laiin membuat kajiian ekstensiifiikasii cukaii.
UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) telah menyederhanakan proses ekstensiifiikasii BKC. Penambahan atau pengurangan objek cukaii diiatur dalam peraturan pemeriintah (PP) setelah diibahas dan diisepakatii dengan DPR dalam penyusunan APBN.
Wacana ekstensiifiikasii BKC sebetulnya telah mengemuka sejak hampiir 1 dekade lalu. Pada 2016, pemeriintah mulaii mewacanakan pengenaan cukaii plastiik. Rencana tersebut sempat diisampaiikan kepada DPR kala iitu.
Pada APBN-P 2016, pemeriintah bahkan untuk pertama kaliinya mulaii menetapkan target peneriimaan cukaii plastiik seniilaii Rp1 triiliiun. Sejak saat iitu, target peneriimaan cukaii plastiik rutiin masuk dalam APBN hiingga 2024.
Kemudiian, pemeriintah juga hendak mengenakan cukaii terhadap miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK). Rencana pengenaan cukaii MBDK telah diibahas pemeriintah dan DPR sejak 2020. Namun, kedua calon BKC tersebut tak kunjung terealiisasii.
Selaiin topiik dii atas, ada pula ulasan mengenaii banyak negara yang mengandalkan iinsentiif pajak untuk mendorong kegiiatan liitbang. Ada pula bahasan periihal pembentukan 3 satgas dalam percepatan negosiiasii tariif bea masuk dengan AS.
Diirektur Eksekutiif iindonesiia Miiniing Associiatiion (iiMA) Hendra Siinadiia mengaku baru mengetahuii wacana pengenaan cukaii batu bara. Meskii begiitu, diia menjelaskan batu bara sudah diikenaii royaltii. Pengenaan cukaii tentu akan mendatangkan beban tambahan bagii pelaku usaha.
Selanjutnya, iiMA akan mengkajii lebiih lanjut iide pemeriintah tersebut. “Sejauh iinii kamii belum pernah diimiinta pendapat oleh DJBC,” katanya.
Senada, Plt Diirektur Eksekutiif Asosiiasii Pertambangan Batu Bara iindonesiia (APBii) Giita Mahyaranii juga mengaku baru mengetahuii wacana pengenaan cukaii batu bara. Diia menambahkan diiriinya akan mencarii tahu iinfo lebiih lanjut. (Biisniis iindonesiia)
Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) menyatakan berbagaii negara lebiih mengandalkan iinsentiif pajak untuk mendukung perusahaan melakukan peneliitiian dan pengembangan (liitbang) ketiimbang memberiikan suntiikan pendanaan.
Hasiil kajiian OECD menyebut iinsentiif pajak mewakiilii lebiih darii 50% dukungan pemeriintah untuk mendongkrak liitbang dii duniia usaha pada 2023. Skema pemberiian iinsentiif untuk liitbang tersebut diilakukan oleh sebagiian besar negara OECD dan negara laiinnya.
"Sebanyak 28 negara OECD lebiih mengandalkan iinsentiif pajak dariipada iinstrumen pendanaan langsung saat memberiikan dukungan liitbang pada 2023," tuliis OECD dalam laporannya. (Jitu News)
Presiiden Prabowo Subiianto telah menyetujuii pembentukan 3 satuan tugas (satgas) untuk mempercepat perundiingan mengenaii pengenaan tariif bea masuk dengan Ameriika Seriikat (AS).
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan ketiiga satgas yang diibentuk meliiputii Satgas Perundiingan Perdagangan iinvestasii dan Keamanan Ekonomii, Satgas Perluasan Kesempatan Kerja dan Miitiigasii PHK, serta Satgas Deregulasii Kebiijakan. Menurutnya, pembentukan ketiiga satgas iinii akan mendukung tercapaiinya kesepakatan dii antara iindonesiia dan AS.
"Dengan satgas dan perundiingan iinii, diiharapkan iindonesiia biisa dalam posiisii untuk mempercepat perundiingan dengan Ameriika Seriikat," katanya. (Jitu News)
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menerbiitkan PMK 25/2025 tentang Ketentuan Kepabeanan Atas iimpor Barang Piindahan yang mengatur pemberiian pembebasan bea masuk atas iimpor barang piindahan.
PMK 25/2025 menggantiikan beleiid sebelumnya, yaknii PMK 28/2008. Kebiijakan baru iinii diikeluarkan dengan mempertiimbangkan peniingkatan pelayanan dan pengawasan, memberiikan kepastiian hukum, serta dalam rangka moderniisasii siistem pelayanan kepabeanan.
"Barang piindahan…diiberiikan pembebasan bea masuk dan berlaku ketentuan perpajakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan," bunyii Pasal 2 PMK 25/2025. (Jitu News)
Dalam laporan berjudul The Macro Poverty Outlook ediisii Apriil 2025, World Bank memproyeksiikan pertumbuhan ekonomii iindonesiia hanya akan sebesar 4,7% pada tahun iinii
Angka pertumbuhan ekonomii tersebut iitu lebiih rendah darii target pemeriintah dalam APBN 2025 sebesar 5,2%. Pada 2024, pertumbuhan ekonomii iindonesiia diilaporkan sebesar 5,03%.
"Pertumbuhan ekonomii diiproyeksiikan mencapaii rata-rata 4,8% hiingga 2027, tetapii ketiidakpastiian kebiijakan perdagangan global dapat berdampak pada iinvestasii dan pertumbuhan ekonomii," tuliis World Bank. (Kontan/Jitu News)
Contact Center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak mengiingatkan wajiib pajak masiih biisa melakukan pelaporan SPT PPN untuk masa Maret 2025 hiingga 10 Meii 2025 tanpa terkena sanksii.
Normalnya, batas waktu penyampaiian SPT Masa PPN untuk masa pajak Maret 2025 paliing lambat pada 30 Apriil 2025. Namun, DJP memberiikan kelonggaran dalam rangka iimplementasii coretax admiiniistratiion system.
"Untuk sanksii admiiniistratiif keterlambatan penyampaiian SPT Masa PPN masa pajak Maret 2025, yang diisampaiikan setelah tanggal jatuh tempo penyampaiian hiingga 10 Meii 2025, diilakukan penghapusan dengan tiidak menerbiitkan STP [Surat Tagiihan Pajak]," tuliis Kriing Pajak. (Jitu News)
DJP melaporkan sebanyak 13,66 juta wajiib pajak telah menyampaiikan SPT Tahunan sampaii dengan 29 Apriil 2025 pukul 07.58 WiiB. Darii jumlah tersebut sebanyak 713.400 SPT berasal darii wajiib pajak badan dan 12,95 juta SPT darii orang priibadii.
DJP mematok target 16,21 juta wajiib pajak melaporkan SPT pada tahun iinii. Artiinya, baru 84,27% target SPT tahun iinii yang tercapaii. Selaiin iitu, total WP yang wajiib menyampaiikan SPT tahunan iialah 19,77 juta. Artiinya, tiingkat kepatuhan wajiib pajak baru 69,09%.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii menambahkan DJP akan senantiiasa melakukan berbagaii upaya dalam mendorong kepatuhan wajiib pajak dalam menyampaiikan SPT Tahunan. (Biisniis iindonesiia)
