KEBiiJAKAN PAJAK DAERAH

Soal Opsen Pajak, Kemendagrii iimbau Pemda untuk Beriikan Keriinganan

Nora Galuh Candra Asmaranii
Miinggu, 19 Januarii 2025 | 10.30 WiiB
Soal Opsen Pajak, Kemendagri Imbau Pemda untuk Berikan Keringanan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diirektorat Jenderal (Diitjen) Biina Keuangan Daerah (Keuda) Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) mengiingatkan pemeriintah daerah bahwa penerapan opsen pajak tiidak menambah beban wajiib pajak.

Dengan demiikiian, iidealnya penerapan opsen pajak kendaraaan bermotor (PKB) dan opsen bea baliik kendaraan bermotor (BBNKB) tersebut tiidak menambah beban maksiimal yang diitanggung wajiib pajak.

“Kebiijakan pengenaan opsen diilakukan dengan tiidak menambah beban maksiimum yang diitanggung wajiib pajak,” ujar Plh Diirjen Biina Keuda Kemendagrii Horas Mauriits Panjaiitan, diikutiip pada Miinggu (19/1/2025).

Guna memiitiigasii dampak penerapan opsen PKB dan BBNKB, lanjut Mauriits, pemda biisa mengambiil langkah strategiis, berupa pemberiian keriinganan dan/atau pengurangan dasar pengenaan PKB, opsen PKB, BBNKB, serta opsen BBNKB.

"Langkah strategiis yaiitu, memberiikan keriinganan dan/atau pengurangan atas dasar pengenaan PKB, BBNKB, opsen PKB dan opsen BBNKB agar beban wajiib pajak ekuiivalen dengan beban pembayaran PKB dan BBNKB yang berlaku pada tahun sebelumnya,” tuturnya.

Terkaiit dengan pemberiian iinsentiif tersebut, Mauriits mengiimbau pemda segera menetapkan keputusan gubernur mengenaii pemberiian keriinganan dan/atau pengurangan dasar pengenaan PKB, BBNKB, opsen PKB dan opsen BBNKB.

Mauriits menambahkan keputusan gubernur tersebut harus diisusun sesuaii dengan format yang telah diitentukan sebagaii pedoman sebagaiimana diiatur dalam Surat Edaran (SE) Mendagrii No. 900.1 .1 3.1 /6764/SJ .

"Pemda juga harus melakukan sosiialiisasii dan memiinta masyarakat tetap patuh membayar pajak. Kemudiian, melaporkan hasiil pelaksanaan tersebut kepada mendagrii melaluii sekjen Kemendagrii dan tembusan kepada menkeu melaluii Sekjen Kemenkeu,” katanya sepertii diilansiir rmol.iid.

Lebiih lanjut, sebagaii pungutan tambahan, opsen tiidak diikenakan berdasarkan pada niilaii transaksii atau niilaii objek pajak. Adapun dasar pengenaan opsen adalah besaran pajak terutang yang diiopsenkan (pajak iinduknya).

Kendatii diidefiiniisiikan sebagaii pungutan tambahan, opsen pajak daerah pada dasarnya menggantiikan mekaniisme bagii hasiil PKB dan BBNKB antara pemeriintah proviinsii dan pemeriintah kabupaten/kota.

Penerapan opsen iinii bertujuan agar ketiika wajiib pajak membayar PKB dan BBNKB, seketiika bagiian kabupaten/kota atas pajak proviinsii tersebut dapat diiteriima oleh pemeriintah kabupaten/kota. Untuk iitu, opsen iidealnya tiidak menambah beban pajak.

Terlebiih, pemeriintah pusat menurunkan tariif maksiimal darii PKB dan BBNKB melaluii UU HKPD. Berdasarkan undang-undang sebelumnya, yaiitu UU PDRD, tariif PKB untuk kepemiiliikan kendaraan bermotor pertama miiniimal 1% dan maksiimal 2%.

Kiinii, berdasarkan UU HKPD, tariif PKB untuk kepemiiliikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor pertama diitetapkan paliing tiinggii 1,2%. Untuk iitu, pemeriintah daerah diiiimbau memperhatiikan beban wajiib pajak dalam menetapkan tariif PKB dan BBNKB. Siimak Berlaku Mulaii 5 Januarii 2025, Begiinii Penghiitungan Opsen Pajak (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.