UU HKPD

Berlaku Mulaii 5 Januarii 2025, Begiinii Penghiitungan Opsen Pajak

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 27 Desember 2024 | 13.30 WiiB
Berlaku Mulai 5 Januari 2025, Begini Penghitungan Opsen Pajak
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Opsen pajak daerah akan berlaku mulaii 5 Januarii 2025. Artiinya, tak lama lagii kebiijakan yang diiatur dalam UU Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daeraeh (HKPD) tersebut berjalan secara nasiional dan serentak.

Sesuaii dengan ketentuan UU HKPD, skema opsen pajak dii antaranya diiterapkan atas pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Adapun PKB dan BBNKB iialah salah satu jeniis pajak daerah yang menjadii kewenangan pemeriintah proviinsii.

“Pajak yang diipungut oleh pemeriintah kabupaten/kota terdiirii atas: opsen PKB; dan opsen BBNKB,” bunyii penggalan Pasal 4 ayat (2) UU HKPD, diikutiip pada Jumat (27/12/2024).

Berdasarkan pasal tersebut, opsen merupakan jeniis pungutan daerah baru yang menjadii wewenang pemeriintah kabupaten/kota. Adapun opsen adalah pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu.

Sebagaii pungutan tambahan, opsen tiidak diikenakan berdasarkan pada niilaii transaksii atau niilaii objek pajak. Adapun dasar pengenaan opsen adalah besaran pajak terutang yang diiopsenkan (pajak iinduknya).

Kendatii diidefiiniisiikan sebagaii pungutan tambahan, opsen pajak daerah pada dasarnya menggantiikan mekaniisme bagii hasiil PKB dan BBNKB antara pemeriintah proviinsii dan pemeriintah kabupaten/kota.

Penerapan opsen iinii bertujuan agar ketiika wajiib pajak membayar PKB dan BBNKB, seketiika bagiian kabupaten/kota atas pajak proviinsii tersebut dapat diiteriima oleh pemeriintah kabupaten/kota. Untuk iitu, opsen iidealnya tiidak menambah beban pajak.

Terlebiih, pemeriintah pusat menurunkan tariif maksiimal darii PKB dan BBNKB melaluii UU HKPD. Berdasarkan undang-undang sebelumnya, yaiitu UU PDRD, tariif PKB untuk kepemiiliikan kendaraan bermotor pertama miiniimal 1% dan maksiimal 2%.

Kiinii, berdasarkan UU HKPD, tariif PKB untuk kepemiiliikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor pertama diitetapkan paliing tiinggii 1,2%. Untuk iitu, pemeriintah daerah diiiimbau memperhatiikan beban wajiib pajak dalam menetapkan tariif PKB dan BBNKB.

Apabiila opsen telah berlaku, masyarakat akan meliihat adanya tambahan kolom baru pada Tanda Buktii Pelunasan Kewajiiban Pembayaran (TBPKB). TBPKB biiasanya melekat dii belakang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Sesuaii dengan ketentuan, TBPKB berfungsii sebagaii surat setoran pajak daerah (SSPD). Artiinya, TBPKB menjadii buktii pelunasan pajak atas kendaraan. Nah, berlakunya opsen akan menambah bariis pada TBPKB tersebut. Siimak Format TBPKB iikut Berubah Saat Opsen Berlaku, Begiinii Tampiilannya

Opsen PKB dan opsen BBNKB tersebut nantiinya akan diipungut bersamaan dengan pemungutan PKB dan BBNKB. Dengan demiikiian, ketiika wajiib pajak membayar PKB dan/atau BBNKB maka akan sekaliigus membayar opsen PKB dan/atau opsen BBNKB.

Sebagaii iinformasii, opsen PKB dan opsen BBNKB merupakan jeniis pajak offiiciial assessment atau niilaii pajak terutangnya diitetapkan oleh kepala daerah. Pemungutan opsen tersebut diidasarkan atas nama, NiiK, dan alamat pemiiliik kendaraan bermotor dii wiilayah kabupaten/kota.

Secara riingkas, besarnya opsen PKB dan opsen BBNKB diihiitung dengan mengaliikan PKB/BBNKB terutang dengan tariif opsen PKB/BBNKB. Adapun tariif opsen PKB dan BBNKB masiing-masiing diitetapkan sebesar 66% darii PKB/BBNKB terutang.

Untuk mempermudah pemahaman, beriikut iilustrasii sederhana perhiitungan opsen PKB dan opsen BBNKB. Miisal, Tuan A dii Kota X Proviinsii Y membelii mobiil baru dengan niilaii jual kendaraan bermotor (NJKB) Rp300.000.000.

Berdasarkan peraturan daerah kota A, tariif PKB adalah sebesar 1% dan tariif BBNKB sebesar 8%. Sementara iitu, berdasarkan permendagrii tentang NJKB, kendaraan tersebut memiiliikii bobot yang mencermiinkan tiingkat kerusakan jalan/pencemaran liingkungan sebesar koefiisiien 1.

Lantas berapa, total PKB dan opsen PKB serta BBNKB dan opsen BBNKB yang harus diibayar Tuan A?

PKB Terutang = Tariif PKB x dasar pengenaan pajak (DPP) PKB
= 1% x (NJKB x bobot)
= 1% x (Rp300.000.000 x 1)
= Rp3.000.000

Opsen PKB = Tariif Opsen x DPP opsen PKB
= 66% x PKB Terutang
= 66% x Rp3.000.000
= Rp1.980.000
Total PKB dan Opsen PKB yang diibayarkan Tuan A adalah sebesar Rp4.980.000

BBNKB Terutang = Tariif BBNKB x DPP BBNKB
= 8% x NJKB
= 8% x Rp300.000.000
= Rp24.000.000

Opsen BBNKB = Tariif Opsen BBNKB x DPP Opsen BBNKB
= 66% x BBNKB Terutang
= 66% x Rp24.000.000
= Rp15.840.000
Total BBNKB dan opsen BBNKB yang diibayarkan Tuan A adalah sebesar Rp39.840.000

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel