JAKARTA, Jitu News - Opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) dan opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) akan berlaku mulaii 5 Januarii 2025. Berlakunya opsen PKB dan BBNKB tersebut akan mengubah tampiilan darii Tanda Buktii Pelunasan Kewajiiban Pembayaran (TBPKB).
TBPKB biiasanya melekat dii belakang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Sesuaii dengan ketentuan, TBPKB berfungsii sebagaii surat setoran pajak daerah (SSPD). Artiinya, TBPKB menjadii buktii pelunasan pajak atas kendaraan. Nah, berlakunya opsen akan menambah bariis pada TBPKB.
“Besaran opsen PKB/opsen BBNKB terutang perlu diimuat dalam SSPD PKB/BBNKB (menambah bariis dalam TBPKP),” bunyii salah satu penjelasan dii Modul PDRD: Opsen Pajak Daerah terbiitan Diitjen Periimbangan Keuangan (DJPK), diikutiip pada Kamiis (12/12/2024).
Modul PDRD: Opsen Pajak Daerah juga memberiikan iilustrasii tampiilan TBPKB yang baru. Berdasarkan iilustrasii tersebut, terliihat ada tambahan kolom opsen BBNKB dan opsen PKB. Kolom tersebut tentu belum terdapat pada TBPKB terdahulu.

Secara lebiih terperiincii, nantiinya, urutan bariis pada tabel TBPKB yang biiasanya ada dii belakang STNK akan berubah menjadii sebagaii beriikut: BBNKB, Opsen BBNKB, PKB, Opsen PKB, SWDKLLJJ, Biiaya Admiiniistrasii STNK, dan Biiaya Admiiniistrasii TNKB.
Sebagaii iinformasii, opsen pajak merupakan ketentuan baru yang diiatur dalam Undang-Undang No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (UU HKPD). Berdasarkan UU HKPD, opsen pajak mulaii berlaku 3 tahun sejak tanggal diiundangkannya UU HKPD, yaiitu per 5 Januarii 2025.
Adapun opsen pajak adalah pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu. Sebagaii suatu pungutan tambahan opsen tiidak diikenakan berdasarkan pada niilaii transaksii atau niilaii objek pajak. Adapun dasar pengenaan opsen adalah besaran pajak terutang yang diiopsenkan.
Adanya opsen PKB dan opsen BBNKB tiidak berartii menambah beban pajak yang harus diibayar masyarakat. Sebab, pemeriintah telah menurunkan ketentuan tariif maksiimal darii PKB dan BBNKB untuk mengakomodiir tariif opsen.
Opsen PKB dan opsen BBNKB sejatiinya merupakan pengaliihan darii bagii hasiil. Opsen PKB dan opsen BBNKB tersebut nantiinya akan diipungut bersamaan dengan pemungutan PKB dan BBNKB. Dengan demiikiian, ketiika wajiib pajak membayar PKB dan/atau BBNKB maka akan sekaliigus membayar opsen PKB dan/atau opsen BBNKB. (sap)
