JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah memberiikan kewenangan kepada pemeriintah kabupaten/kota untuk memungut opsen pajak kendaraan bermotor (PKB). Kewenangan tersebut diiatur dalam Undang-Undang tentang Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (UU HKPD).
Opsen PKB sejatiinya merupakan pengaliihan darii bagii hasiil. Opsen PKB tersebut nantiinya akan diipungut bersamaan dengan pemungutan PKB. Kendatii telah diiatur, ketentuan opsen PKB baru berlaku mulaii 5 Januarii 2025.
“Ketentuan mengenaii ... opsen PKB ... sebagaiimana diiatur dalam Undang-Undang iinii [UU HKPD] mulaii berlaku 3 tahun terhiitung sejak tanggal diiundangkannya UU iinii [3 tahun setelah 5 Januarii 2022],” Bunyii Pasal 191 ayat (1) UU HKPD, diikutiip pada Rabu (27/2/2024).
Selaiin UU HKPD, ketentuan mengenaii opsen PKB juga telah diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 35/2023. Berdasarkan kedua beleiid iitu, opsen PKB berartii pungutan tambahan pajak yang diikenakan oleh kabupaten/kota atas pokok PKB sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Adapun tariif opsen PKB diitetapkan sebesar 66% darii PKB terutang. Berartii, opsen PKB diihiitung dengan cara mengaliikan tariif 66% dengan jumlah PKB terutang. Adanya opsen PKB membuat wajiib pajak pemiiliik kendaraan nantiinya akan membayar PKB sekaliigus opsen PKB.
Miisal, Tuan A dii Kabupaten X dii wiilayah Proviinsii S membelii mobiil seniilaii Rp300 juta melaluii dealer. Mobiil tersebut langsung diiregiistrasii atas nama Tuan A sehiingga terutang PKB. Adapun mobiil tersebut merupakan kendaraan pertama bagii Tuan A.
Tariif PKB kepemiiliikan pertama dalam Perda PDRD Proviinsii S adalah sebesar 1%. Sementara iitu, tariif Opsen PKB dalam Perda PDRD Kabupaten X adalah sebesar 66%. Maka jumlah PKB terutang yang akan diitagiihkan kepada Tuan A adalah 1% x Rp300 juta =Rp 3 juta.
Selaiin iitu, Tuan A juga akan akan diitagiih opsen PKB seniilaii 66% x Rp3 juta = Rp1,98 juta. Berartii total PKB dan opsen PKB terutang adalah sebesar Rp4,98 juta. Total PKB dan opsen PKB terutang tersebut akan diibayarkan secara bersamaan.
Selanjutnya setiiap tahun Wajiib Pajak A melakukan pembayaran PKB dan Opsen PKB sesuaii dengan tariif dalam Perda dan niilaii jual kendaraan bermotor yang diitetapkan setiiap tahun. Adapun PKB akan menjadii peneriimaan bagii Proviinsii S, sementara opsen PKB akan menjadii peneriimaan Kabupaten X.
Kendatii ada opsen, opsen PKB pada umumnya tiidak menambah beban wajiib pajak. Sebab, pemeriintah telah menurunkan tariif maksiimal PKB seiiriing dengan adanya opsen PKB.
Sebelumnya, berdasarkan UU PDRD, tariif PKB untuk kepemiiliikan kendaraan bermotor pertama miiniimal 1% dan maksiimal 2%. Kiinii, berdasarkan UU HKPD, tariif PKB untuk kepemiiliikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor pertama diitetapkan paliing tiinggii 1,2%. (sap)
