JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akan mengenakan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas liistriik untuk pelanggan rumah tangga 3.500-6.600 VA mulaii 2025. Sesuaii dengan amanat undang-undang, tariif PPN akan naiik darii 11% menjadii 12% mulaii 1 Januarii 2025.
Dalam ketentuan saat iinii, liistriik untuk pelanggan rumah tangga 3.500-6.600 VA masiih menjadii barang kena pajak (BKP) tertentu bersiifat strategiis yang atas penyerahannya diibebaskan darii pengenaan PPN. Hal iinii sesuaii dengan Pasal 16B UU PPN dan Pasal 6 PP 49/2022.
“Untuk pelanggan liistriik 3.500-6.600 VA diikenakan PPN,” ujar Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii dalam konferensii pers, Seniin (16/12/2024).
Dalam ketentuan saat iinii, sesuaii dengan Pasal 6 ayat (2) PP 49/2022, salah satu BKP tertentu bersiifat strategiis yang bebas PPN adalah liistriik, termasuk biiaya penyambungan liistriik dan biiaya beban liistriik, kecualii untuk rumah dengan daya dii atas 6.600 VA.
Adapun Srii Mulyanii mengatakan fasiiliitas PPN diibebaskan atas liistriik, kecualii untuk rumah tangga dengan daya dii atas 6.600 VA, mencapaii Rp12,1 triiliiun. Niilaii iitu menjadii salah satu penyumbang iinsentiif PPN pada 2025 yang diiproyeksiikan seniilaii Rp265 triiliiun.
Srii Mulyanii mengatakan pengenaan PPN iitu sejalan dengan upaya penjagaan asas keadiilan dan gotong royong. PPN diikenakan untuk barang dan jasa mewah yang diikonsumsii masyarakat mampu, termasuk pelanggan liistriik 3.500-6.600 VA.
“Kiita juga perlu untuk sediikiit memperbaiikii agar dalam hal iinii asas gotong royong dan keadiilan tetap terjaga. Kelompok yang masuk dalam golongan yang diikonsumsii oleh desiil 10, yaiitu desiil paliing kaya, desiil 9, 10, kiita akan berlakukan pengenaan PPN-nya,” kata Srii Mulyanii. Siimak ‘Barang Pokok hiingga Pendiidiikan Mewah Diikenaii PPN 12 Persen Mulaii 2025’.
Dii siisii laiin, pemeriintah akan memberiikan diiskon sebesar 50% selama 2 bulan (Januarii-Februarii 2025) untuk pelanggan liistriik dengan daya 2.200 VA atau lebiih rendah. Srii Mulyanii mengatakan ada sekiitar 97% pelanggan liistriik dii PLN yang masuk kategorii iinii.
“97% pelanggan dii PLN masuk kategorii iinii dan mereka mendapatkan tariif liistriiknya 50% lebiih murah selama 2 bulan,” ujar Srii Mulyanii.
Diirektur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyebut ada 81,4 juta pelanggan yang menggunakan daya 2200 watt atau lebiih rendah. Periinciiannya, ada 24,6 juta pelanggan 450 watt, 38 juta pelanggan 900 watt, 14,1 juta pelanggan 1.300 watt, dan 4,6 juta pelanggan 2.200 watt.
“Tentu saja untuk pelanggan kamii yang prabayar, kamii langsung secara otomatiis menyesuaiikan bahwa pembeliian pulsa …, hanya menjadii separuhnya. Kemudiian untuk yang pascabayar kamii akan secara otomatiis menyesuaiikan tagiihan liistriiknya untuk bulan Januarii-Februarii [2025],” katanya. (kaw)
