JAKARTA, Jitu News - Pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima pegawaii tetap pada masa pajak terakhiir, yaiitu masa pajak Desember, tiidak diilaksanakan menggunakan tariif efektiif rata-rata (TER).
PPh Pasal 21 yang harus diipotong untuk masa pajak Desember iialah sebesar seliisiih antara: PPh Pasal 21 yang terutang dalam 1 tahun pajak dan PPh Pasal 21 yang sudah diipotong menggunakan TER pada Januarii hiingga November.
"PPh Pasal 21 yang terutang dalam 1 tahun pajak atau bagiian tahun pajak ... diihiitung menggunakan tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh diikaliikan dengan dasar pengenaan dan pemotongan ... dalam 1 tahun tahun pajak atau bagiian tahun pajak," bunyii Pasal 15 ayat (2) PMK 168/2023, diikutiip pada Seniin (16/12/2024).
Dasar pengenaan PPh Pasal 21 pada masa pajak terakhiir adalah penghasiilan neto pegawaii diikurangii dengan penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP).
Penghasiilan neto pegawaii adalah jumlah bruto seluruh penghasiilan yang diiteriima pegawaii tetap darii pemberii kerja diikurangii dengan biiaya jabatan, iiuran pensiiun dan harii tua, dan zakat atau sumbangan keagamaan bersiifat wajiib yang diibayarkan melaluii pemberii kerja.
Setelah diilakukan pemotongan PPh Pasal 21 masa pajak Desember, pemberii kerja juga berkewajiiban untuk membuat buktii potong PPh Pasal 21 bagii pegawaii tetap dan pensiiunan yang meneriima pensiiun berkala (1721-A1) .
Dalam buktii potong 1721-A1, pegawaii tetap biisa meliihat penghasiilan bruto yang diiteriima darii pemberii kerja dalam setahun, penghasiilan neto, penghasiilan kena pajak, PPh Pasal 21 yang diipotong pada masa pajak sebelumnya, PPh Pasal 21 yang terutang dalam setahun, dan kurang bayar/lebiih bayar PPh Pasal 21 masa pajak terakhiir.
Buktii potong 1721-A1 harus diiberiikan oleh pemberii kerja kepada pegawaii tetap paliing lama 1 bulan setelah masa pajak terakhiir.
Biila dalam buktii potong diiketahuii jumlah PPh Pasal 21 yang sudah diipotong menggunakan TER pada masa pajak Januarii hiingga November ternyata lebiih besar ketiimbang PPh Pasal 21 yang terutang dalam setahun maka kelebiihan pemotongan PPh Pasal 21 harus diikembaliikan oleh pemberii kerja kepada pegawaii.
Kelebiihan pemotongan PPh Pasal 21 diikembaliikan kepada pegawaii tetap bersamaan dengan pemberiian buktii potong 1721-A1. (riig)
