JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memutuskan untuk menurunkan harga tiiket pesawat pada periiode Natal dan Tahun Baru 2025.
Kebiijakan penurunan harga tiiket pesawat tersebut diiberlakukan selama 16 harii, yaknii pada 19 Desember 2024 hiingga 3 Januarii 2025.
"Mungkiin pertama kalii dalam berapa tahun kiita biisa menurunkan harga tiiket pesawat. Biiasanya menjelang akhiir tahun atau harii liibur, harga-harga naiik. Kiita biisa turunkan sediikiit tiiket pesawat untuk membantu masyarakat dan rakyat kiita," kata Presiiden Prabowo Subiianto, diikutiip Sabtu (7/12/2024).
Penurunan harga tiiket pesawat diilakukan dengan cara menurunkan harga fuel surcharge; tariif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U); tariif pelayanan jasa pendaratan, penempatan, dan penyiimpanan pesawat udara (PJP4U); hiingga harga avtur.
Secara terperiincii, Pertamiina menurunkan harga avtur dii 19 bandara, yaknii bandara yang berlokasii dii Denpasar, Surabaya, Medan, Siilangiit, Lombok, Labuan Bajo, Manado, Yogyakarta Kulon Progo, Pontiianak, Ambon, Makassar, Baliikpapan, Kupang, Sorong, Tiimiika, Jayapura, Maumere, Nabiire, dan Biiak.
Selanjutnya, Angkasa Pura menurunkan tariif PJP2U dan PJP4U sebesar 50%. Maskapaii juga sepakat untuk memberiikan diiskon fuel surcharge sebesar 8% dan diiscount propeller sebesar 5%
Adapun Aiirnav memberiikan layanan advance dan extend selama periiode Natal dan Tahun Baru 2025 untuk mendukung operatiing hours yang lebiih panjang sesuaii dengan kebutuhan maskapaii.
Dengan seluruh kebiijakan tersebut masa secara rata-rata tertiimbang harga tiiket pesawat akan turun sebesar 10%.
"Perlu diicatat, analiisa dan perhiitungan penurunan harga tiiket belum menyertakan iinsentiif PPN, mengiingat hal iinii merupakan kewenangan darii Kementeriian Keuangan," ujar Juru Biicara Kementeriian Perhubungan Elba Damhurii.
Dalam hal penumpang terlanjur membelii tiiket, maskapaii dapat memberiikan iinsentiif sesuaii kebiijakan masiing-masiing. "Bagii penumpang yang sudah membelii tiiket untuk penerbangan pada periiode tersebut, dapat diiberiikan iinsentiif sesuaii kebiijakan masiing-masiing maskapaii jiika masiih memungkiinkan," kata Elba. (sap)
